Patung Sudirman sendiri akan menjadi landmark yang tetap menyambut masyarakat, sekaligus menegaskan identitas kawasan.
Selain soal transportasi, relokasi patung ini juga dinilai bisa menjadi daya tarik baru. Dengan posisi yang lebih menonjol, patung diharapkan menjadi ruang publik yang ikonik, tempat masyarakat berkumpul, sekaligus pengingat akan jasa besar Jenderal Sudirman dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
Baca Juga: Jeon Hye Bin Jadi Korban Pencopetan di Bali, Uang Rp177 Juta Raib dalam Hitungan Menit
Pramono menegaskan, pemerintah tidak hanya fokus pada pembangunan infrastruktur modern, tetapi juga menjaga nilai-nilai sejarah.
“Jakarta memang terus berlari menuju kota modern, tapi kita tidak boleh melupakan sejarah dan tokoh bangsa. Patung Sudirman harus tetap berdiri dengan gagah, menjadi saksi perjuangan sekaligus bagian dari wajah baru kota,” pungkasnya.