Sejumlah pakar juga menilai langkah Trump ini bisa jadi strategi politik. Mengingat popularitas TikTok di kalangan anak muda, menjaga keberlangsungan aplikasi bisa memberi keuntungan elektoral.
Namun, para analis tetap mengingatkan bahwa tanpa kesepakatan jelas dan transparan, isu keamanan data akan terus menjadi bahan kontroversi.
Baca Juga: Usai Tuntut Nafkah Ahmad Assegaf 100 Perak, Kini Tasya Farasya Pilih Bakar Baju Tidur Lamanya
Dalam beberapa minggu ke depan, semua mata akan tertuju pada negosiasi final antara AS dan ByteDance. Jika berhasil, kesepakatan ini bisa menjadi tonggak penting dalam mengatur hubungan teknologi antara kedua negara besar yang sering kali diwarnai ketegangan.
Namun jika gagal, masa depan TikTok di Amerika mungkin akan kembali berada di ujung tanduk.***