Kasus tunjangan DPRD Jabar ini pun menjadi gambaran nyata jurang perbedaan antara kehidupan pejabat dan rakyat biasa. Di satu sisi, ada anggota dewan yang mengeluh tunjangan rumah tidak cukup, sementara di sisi lain masih banyak warga yang berjuang keras hanya untuk bisa membayar kontrakan sederhana setiap bulannya.