Menhan Sjafrie Pilih Tak Ikut Campur Kasus Brigjen Juinta vs Aktivis Ferry Irwandi

Photo Author
- Rabu, 10 September 2025 | 15:45 WIB
TNI Siber Temukan Dugaan Pelanggaran Hukum oleh Konten Kreator Ferry Irwandi (Foto : inatagram/irwandiferry)
TNI Siber Temukan Dugaan Pelanggaran Hukum oleh Konten Kreator Ferry Irwandi (Foto : inatagram/irwandiferry)

INSIBERNEWS - Kasus hukum yang melibatkan Komandan Satuan Siber Mabes TNI, Brigjen Juinta Omboh Sembiring, dan seorang aktivis sekaligus konten kreator, Ferry Irwandi, mulai menarik perhatian publik.

Meski demikian, Menteri Pertahanan (Menhan) RI, Sjafrie Sjamsoeddin, menegaskan dirinya tidak akan turun tangan langsung dalam perkara tersebut.

Baca Juga: AS Siapkan Sanksi Lebih Ketat, Rusia Terancam Tekanan Ekonomi Total

Awalnya, Brigjen Juinta diketahui mendatangi Polda Metro Jaya pada Senin, 8 September 2025, untuk berkonsultasi terkait dugaan tindak pidana yang diduga dilakukan oleh Ferry. Langkah ini kemudian memicu sorotan, mengingat sosok Ferry dikenal aktif bersuara lewat berbagai konten digitalnya.

Menhan Sjafrie mengaku sudah mengetahui ihwal laporan yang sedang bergulir itu. Namun, ia menekankan bahwa urusan tersebut merupakan ranah internal TNI sehingga bukan kewenangannya untuk ikut campur.

Baca Juga: Usai Dilantik, Prabowo Amanahkan Gus Irfan Yusuf Perbaiki Layanan Haji dan Umrah Indonesia

“Saya lihat beritanya di televisi, tetapi saya serahkan sepenuhnya kepada Panglima TNI. Kita punya struktur dan pendelegasian kewenangan yang jelas,” kata Sjafrie ketika ditemui di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Selasa (9/9/2025).

Sjafrie yang juga tengah menjabat sebagai Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Ad Interim menambahkan, urusan seperti ini lebih bersifat operasional sehingga dirinya memilih berhati-hati dalam berkomentar.

Baca Juga: Vespa LX 150 Hadir dengan Wajah Baru, Lebih Segar dan Stylish

“Kalau saya ikut menanggapi secara detail, nanti seolah-olah menjadi intervensi. Padahal sudah ada mekanisme di internal TNI untuk menyelesaikan persoalan tersebut,” tegasnya.

Meski begitu, publik tetap menyoroti langkah Brigjen Juinta. Beberapa pihak menilai kasus ini bisa menjadi preseden penting soal hubungan antara institusi militer dan kebebasan berekspresi di ruang digital.

Hingga kini, Polda Metro Jaya belum memberikan keterangan lebih lanjut terkait hasil konsultasi Brigjen Juinta. Sementara dari pihak Ferry Irwandi juga belum ada pernyataan resmi mengenai tudingan yang diarahkan kepadanya.

Baca Juga: BYD Gugat CEO Great Wall Motor, Drama Persaingan Otomotif China Memanas

Situasi ini masih akan terus berkembang. Menurut sejumlah pengamat, bagaimana TNI dan kepolisian menangani kasus ini bisa menjadi ujian penting bagi transparansi hukum serta demokrasi di Indonesia.

Editor: Varin Vaprilia Caroline

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X