INSIBERNEWS - Menteri Keuangan Amerika Serikat, Scott Bessent, kembali mengingatkan dunia bahwa Washington tidak akan tinggal diam terhadap agresi militer Rusia di Ukraina.
Dalam pernyataannya pada Senin (8/9/2025), Bessent menegaskan bahwa AS siap mengetatkan sanksi ekonomi dan bahkan mendorong sekutu Eropa agar bersatu menekan negara-negara yang masih menjadi pembeli utama minyak Rusia.
Menurutnya, konflik di Ukraina kini berubah menjadi ajang adu ketahanan. Di satu sisi, militer Ukraina terus berjuang mempertahankan diri, sementara di sisi lain, ekonomi Rusia tengah diuji seberapa lama bisa bertahan di bawah gempuran sanksi internasional.
Baca Juga: Usai Dilantik, Prabowo Amanahkan Gus Irfan Yusuf Perbaiki Layanan Haji dan Umrah Indonesia
“Ini adalah perlombaan waktu. Kita harus memastikan bahwa kekuatan ekonomi Rusia runtuh lebih cepat daripada kemampuan mereka membiayai perang,” kata Bessent dalam wawancara yang dikutip Al Jazeera.
Bessent menilai langkah strategis berikutnya adalah penerapan tarif sekunder, yakni menargetkan negara-negara yang masih membeli minyak mentah Rusia.
Kebijakan ini diharapkan dapat mempersempit ruang gerak Moskow, sekaligus menekan pemasukan utama dari sektor energi yang selama ini menopang anggaran perang Kremlin.
Baca Juga: Vespa LX 150 Hadir dengan Wajah Baru, Lebih Segar dan Stylish
Sejak invasi dimulai pada Februari 2022, Rusia masih mampu menjaga stabilitas ekonomi berkat pasar alternatif di Asia, termasuk Tiongkok dan India.
Namun, Bessent menekankan bahwa tanpa tekanan bersama dari Eropa dan sekutu global, upaya memutus aliran dana ke Moskow akan berjalan lambat.
“Jika kita bisa menutup celah pembeli minyak itu, Rusia tidak akan punya banyak pilihan selain duduk di meja perundingan,” tambahnya.
Ia menegaskan, AS berkomitmen menggunakan instrumen ekonomi sebagai senjata utama untuk memaksa perubahan.
Baca Juga: BYD Gugat CEO Great Wall Motor, Drama Persaingan Otomotif China Memanas
Di Eropa sendiri, respons terhadap seruan AS masih beragam. Beberapa negara mendukung langkah tegas terhadap Rusia, namun ada pula yang khawatir terhadap dampak kenaikan harga energi di dalam negeri.
Artikel Terkait
Trump Janji ke Qatar, Serangan Israel Tak Akan Terulang Lagi
Serangan Israel di Qatar, Putra Negosiator Hamas Tewas Bersama Lima Orang Lainnya
Ronaldo Samai Rekor Gol Kualifikasi Piala Dunia, Masih Tajam di Usia 40 Tahun
Erick Thohir Ajak Semua Cabang Olahraga Indonesia Maju Bersama di Haornas 2025
iPhone 17 Series Resmi Rilis: iPhone Air Jadi Pusat Perhatian dengan Desain Super Tipis, Berikut Spesifikasinya!
Kabar Baik! Ateez Siap Guncang Jakarta Awal 2026, Atiny Siap Lepas Rindu!
Gudang Garam Klarifikasi Isu PHK Massal, Sebut Hanya Pensiun dan Kontrak Berakhir
BYD Gugat CEO Great Wall Motor, Drama Persaingan Otomotif China Memanas
Vespa LX 150 Hadir dengan Wajah Baru, Lebih Segar dan Stylish
Usai Dilantik, Prabowo Amanahkan Gus Irfan Yusuf Perbaiki Layanan Haji dan Umrah Indonesia