INSIBERNEWS - Gelombang demonstrasi yang melanda sejumlah kota di Indonesia dalam beberapa hari terakhir bukan hanya menyita perhatian publik di jalanan, tetapi juga di dunia maya.
Media sosial menjadi salah satu sarana utama masyarakat untuk mengikuti perkembangan situasi secara cepat, termasuk melalui siaran langsung.
Baca Juga: KRYA Siapkan Rights Issue Rp300 Miliar, Fokus Genjot Bisnis Motor Listrik ECGO
Salah satu platform yang paling banyak digunakan adalah TikTok. Dengan fitur live streaming, pengguna bisa langsung menyaksikan dan menyebarkan kondisi di lapangan dalam hitungan detik.
Namun, justru karena arus informasi yang begitu cepat, TikTok akhirnya memutuskan untuk menonaktifkan sementara fitur live di Indonesia.
Baca Juga: Koperasi Desa Jadi Penyalur Resmi Beras SPHP, Pemerintah Pastikan Akses Pangan Murah Makin Luas
Keputusan ini diambil sebagai langkah pencegahan agar platform tersebut tidak digunakan untuk menyebarkan konten yang bisa memicu eskalasi kericuhan. TikTok menegaskan bahwa keamanan dan kenyamanan pengguna adalah prioritas utama.
“Dalam kondisi tertentu, kami perlu mengambil tindakan khusus agar TikTok tetap menjadi ruang yang aman, beradab, dan tidak memicu kekerasan,” tulis pihak TikTok dalam keterangan resminya.
Baca Juga: Krisis Kolera, Waspada dan Kenali Ciri-Ciri Gejalanya, Simak!
Langkah pembekuan fitur live ini bukan pertama kali dilakukan. Sebelumnya, TikTok juga pernah membatasi akses pada saat terjadi krisis atau konflik di sejumlah negara lain. Kebijakan tersebut biasanya bersifat sementara hingga situasi dinilai kembali kondusif.
Di sisi lain, para aktivis digital mengingatkan agar pembatasan ini tidak berujung pada pelarangan informasi.
Menurut mereka, live streaming sering kali menjadi sumber dokumentasi penting yang tidak terliput media arus utama. Karena itu, mereka mendorong adanya mekanisme yang lebih seimbang antara pengamanan dan kebebasan informasi.
Baca Juga: Fraksi Gerindra Sampaikan Belasungkawa, Siap Hentikan Tunjangan DPR Usai Demo Berdarah
Sementara itu, masyarakat pengguna TikTok memberikan reaksi beragam. Sebagian mendukung langkah ini dengan alasan keselamatan publik, tetapi tidak sedikit pula yang kecewa karena merasa kehilangan akses langsung terhadap informasi dari lapangan.