“Kami berharap pemerintah AS bisa mempertimbangkan ulang kebijakan tarifnya, sehingga iklim perdagangan bisa lebih bersahabat dan adil,” kata Prasetyo.
Baca Juga: Tega Lecehkan Gadis Disabilitas, Polisi Tangkap Empat Pria di Serang
Langkah Presiden Prabowo ini sekaligus menunjukkan arah politik luar negeri Indonesia yang tegas namun tetap terbuka terhadap dialog.
Dengan pendekatan personal dan diplomasi tingkat tinggi, Indonesia berupaya memastikan suara dan kepentingannya tetap didengar di panggung perdagangan dunia.