Presiden transisi Suriah, Ahmed al-Sharaa, segera angkat bicara. Dalam pernyataan resminya, ia menegaskan komitmen untuk melindungi kelompok minoritas, termasuk komunitas Kristen yang menjadi sasaran serangan.
“Kami tidak akan membiarkan terorisme menghancurkan keberagaman Suriah. Pelaku dan semua yang terlibat akan kami buru hingga ke akarnya,” tegas al-Sharaa.
Ia juga memerintahkan penyelidikan menyeluruh untuk memastikan keadilan bagi para korban dan keluarga mereka.
Dunia internasional pun bereaksi keras. Pemerintah Yunani, yang memiliki ikatan historis dengan komunitas Ortodoks Yunani, mengutuk serangan tersebut.
“Kami mengecam keras aksi biadab ini dan mendesak otoritas Suriah untuk menjamin keamanan komunitas Kristen serta kelompok agama lain,” bunyi pernyataan Kementerian Luar Negeri Yunani.
Sementara itu, organisasi hak asasi manusia global menyoroti kerapuhan situasi keamanan di Suriah pasca-transisi, meminta dunia untuk membantu memperkuat stabilitas demi melindungi warga sipil.
Tragedi ini menjadi pengingat pahit bahwa ancaman ekstremisme masih mengintai, menantang harapan damai di negeri yang sudah lama dilanda konflik.