Lagi Khusyuk Ibadah, Bom Bunuh Diri Meledak di Gereja Ortodoks Elias Suriah, 22 Orang Tewas

Photo Author
- Senin, 23 Juni 2025 | 16:17 WIB
Ilustrasi bom  (Foto : Istimewa)
Ilustrasi bom (Foto : Istimewa)

Presiden transisi Suriah, Ahmed al-Sharaa, segera angkat bicara. Dalam pernyataan resminya, ia menegaskan komitmen untuk melindungi kelompok minoritas, termasuk komunitas Kristen yang menjadi sasaran serangan.

“Kami tidak akan membiarkan terorisme menghancurkan keberagaman Suriah. Pelaku dan semua yang terlibat akan kami buru hingga ke akarnya,” tegas al-Sharaa.

Ia juga memerintahkan penyelidikan menyeluruh untuk memastikan keadilan bagi para korban dan keluarga mereka.

Baca Juga: Menjadi yang Pertama di Indonesia, BRI Terbitkan Social Bond Senilai Rp5 Triliun untuk Dukung Pembiayaan Inklusif dan Berkelanjutan

Dunia internasional pun bereaksi keras. Pemerintah Yunani, yang memiliki ikatan historis dengan komunitas Ortodoks Yunani, mengutuk serangan tersebut.

“Kami mengecam keras aksi biadab ini dan mendesak otoritas Suriah untuk menjamin keamanan komunitas Kristen serta kelompok agama lain,” bunyi pernyataan Kementerian Luar Negeri Yunani.

Baca Juga: BRI Bagikan Hadiah Mobil Listrik hingga Jam Tangan Pintar bagi Merchant di Program Loyalty Poin Cashier 2025

Sementara itu, organisasi hak asasi manusia global menyoroti kerapuhan situasi keamanan di Suriah pasca-transisi, meminta dunia untuk membantu memperkuat stabilitas demi melindungi warga sipil.

Tragedi ini menjadi pengingat pahit bahwa ancaman ekstremisme masih mengintai, menantang harapan damai di negeri yang sudah lama dilanda konflik.

Halaman:

Editor: Varin Vaprilia Caroline

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X