INSIBERNEWS - Minggu (22/6) menjadi hari kelam bagi komunitas Kristen di Damaskus, Suriah, ketika ledakan mengerikan mengguncang Gereja Ortodoks Yunani Mar Elias di kawasan Dweila.
Seorang pelaku bom bunuh diri meledakkan rompi peledaknya di tengah jemaat yang sedang beribadah, merenggut nyawa 22 orang dan melukai puluhan lainnya.
Serangan ini menjadi luka baru bagi Suriah, yang masih berjuang menata diri pasca-runtuhnya rezim Bashar al-Assad akhir tahun lalu, sekaligus menandai aksi bom bunuh diri pertama di ibu kota sejak pergantian kekuasaan.
Baca Juga: Modus Makan Bergizi Gratis, Warga Nganjuk Sikat Data Pribadi untuk Bikin Ratusan Akun Shopee
Kementerian Dalam Negeri Suriah mengungkap bahwa pelaku adalah anggota kelompok teroris Islamic State (ISIS). Menyamar sebagai warga biasa, ia menyelinap ke gereja, melepaskan beberapa tembakan ke udara, sebelum akhirnya memicu ledakan yang menghancurkan.
“Pelaku tidak bekerja sendirian. Ada satu orang lain yang diduga membantu merencanakan serangan ini,” kata seorang sumber keamanan kepada media lokal. Penyelidikan kini tengah dilakukan untuk mengungkap jaringan di balik aksi keji tersebut.
Baca Juga: Polemik Skandal Chromebook, Nadiem Makarim Diperiksa Kejagung Hari Ini
Adegan pasca-ledakan sungguh memilukan. Rekaman dari tim penyelamat White Helmets memperlihatkan lantai gereja dipenuhi darah, bangku-bangku kayu hancur berantakan, dan dinding bata yang retak parah. Tangisan para penyintas bergema, bercampur dengan kepanikan warga yang berusaha menyelamatkan korban.
“Saya hanya mendengar ledakan keras, lalu semuanya gelap. Teman saya di samping tak lagi bernapas,” ujar seorang jemaat yang selamat, masih terguncang saat diwawancarai televisi lokal.
Baca Juga: Alami Luka Parah, Suami Inul Daratista Masuk IGD hingga Operasi Gegara Masuk Kolam
Data dari Kementerian Kesehatan Suriah menyebutkan bahwa 62 orang mengalami luka, dengan sejumlah korban dalam kondisi kritis. Rumah sakit di Damaskus kini berpacu dengan waktu untuk menyelamatkan nyawa para pasien.
Sebagai langkah antisipasi, pemerintah transisi memberlakukan status siaga di sejumlah tempat ibadah, khawatir serangan serupa bakal terjadi.
“Kami tidak ingin ini terulang. Keamanan rumah ibadah kini diperketat,” ujar seorang pejabat keamanan setempat.
Artikel Terkait
Terjadi Lagi! Pesawat Saudia Airlines Dapat Ancaman Bom, Mendarat Darurat di Bandara Kualanamu
Serangan Kejut AS ke Iran: Fordow Dihantam, Trump Ancam Serangan Lanjutan
BRI Bagikan Hadiah Mobil Listrik hingga Jam Tangan Pintar bagi Merchant di Program Loyalty Poin Cashier 2025
Prabowo Teken Aturan Baru: Saksi Pelaku Bisa Dapat Remisi dan Bebas Bersyarat
Iran Klaim Sudah Antisipasi Serangan AS, Trump Tetap Sebut Operasi Bersejarah
Menjadi yang Pertama di Indonesia, BRI Terbitkan Social Bond Senilai Rp5 Triliun untuk Dukung Pembiayaan Inklusif dan Berkelanjutan
Fokus pada Tata Kelola yang Solid, Telkom Perkuat Posisi sebagai Penggerak Ekosistem Digital yang Berdaya Saing Global
Iran Menggertak Balas Serang Pangkalan AS, Timur Tengah di Ujung Tanduk
Polemik Skandal Chromebook, Nadiem Makarim Diperiksa Kejagung Hari Ini
Modus Makan Bergizi Gratis, Warga Nganjuk Sikat Data Pribadi untuk Bikin Ratusan Akun Shopee