Ia juga menyebut sempat melihat dua pria misterius melarikan diri menggunakan sepeda motor. Menurutnya, pelaku mengenakan jaket mirip seragam ojek online, yang membuat mereka sulit dikenali.
Dari hasil penyelidikan awal, polisi menduga kedua pelaku juga berasal dari Australia dan telah merencanakan aksi mereka dengan sangat rapi.
Cara mereka menyelinap masuk ke vila dan kabur dengan cepat menunjukkan tanda-tanda operasi yang terorganisir. Pihak berwenang kini tengah berkoordinasi dengan imigrasi dan Kedutaan Besar Australia untuk menelusuri identitas pelaku serta latar belakang para korban.
Selain itu, polisi juga memeriksa rekaman CCTV di sekitar lokasi dan meminta keterangan tambahan dari warga setempat untuk merangkai petunjuk.
Baca Juga: Mobil Dinas Wabup Mamuju Tabrak Lansia hingga Tewas, Diduga Pakai Pelat Palsu
Masyarakat Bali, khususnya di kawasan Mengwi, masih diliputi rasa takut dan tidak percaya. Bali, yang selama ini menjadi surga bagi wisatawan dari seluruh dunia, kini dihadapkan pada tantangan untuk memulihkan citra keamanannya.
Kombes Jansen mengimbau warga agar tetap tenang dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.
Baca Juga: Jelang Kepulangan Jemaah Haji Indonesia, Terdapat Larangan Bawa Pulang Air Zamzam ke Tanah Air
"Kami butuh dukungan masyarakat. Kalau ada yang tahu sesuatu, sekecil apa pun, tolong hubungi kami. Mari kita jaga Bali tetap aman bersama," ujarnya dengan nada penuh harap.
Kasus ini menjadi perhatian serius, tidak hanya bagi aparat keamanan, tetapi juga bagi industri pariwisata Bali. Pemerintah daerah dan pelaku usaha wisata kini berupaya keras meyakinkan dunia bahwa Bali tetap menjadi destinasi yang ramah dan aman.
Baca Juga: Iran Desak PBB Gelar Sidang Darurat Usai Serangan Israel: Negosiasi Nuklir Terancam Batal
Polisi berjanji akan bekerja tanpa lelah untuk membongkar motif di balik penembakan ini, apakah terkait konflik pribadi, bisnis, atau bahkan sindikat kriminal lintas negara.
Sementara itu, Vila Casa Santisya 1 kini ditutup sementara untuk keperluan penyelidikan, meninggalkan luka mendalam bagi semua pihak yang terlibat.