Aksi Gubernur ini menjadi simbol penting dalam membangun budaya transportasi publik di Jakarta. Di tengah tantangan kemacetan dan polusi udara yang masih menjadi pekerjaan besar, langkah-langkah kecil seperti ini bisa menjadi pemicu kesadaran kolektif.
Harapannya, ke depan bukan hanya pejabat, tapi juga seluruh warga Jakarta makin percaya dan nyaman menggunakan transportasi umum sebagai pilihan utama.