INSIBERNEWS - Untuk mengantisipasi potensi kemacetan lalu lintas yang mungkin terjadi pada peringatan Hari Buruh Internasional, PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 1 Jakarta melakukan penyesuaian pola operasional dengan memberhentikan 39 kereta api jarak jauh (KAJJ) di Stasiun Jatinegara pada Kamis, 1 Mei 2025.
Kebijakan ini diterapkan khusus untuk kereta yang biasanya hanya melayani naik penumpang di Stasiun Gambir dan Pasar Senen.
Baca Juga: Ancaman Krisis Elektronik di AS, Pegatron Soroti Dampak Tarif Impor yang Menghantui
Menurut Humas KAI Daop 1 Jakarta, Ixfan Hendriwintoko, keputusan ini diambil agar calon penumpang tidak terjebak kemacetan menuju dua stasiun utama Menghantu
“Pada hari biasa, kereta dari Gambir dan Pasar Senen tidak berhenti di Jatinegara. Tapi khusus tanggal 1 Mei nanti, akan ada pemberhentian tambahan untuk memudahkan akses penumpang,” ujarnya di Jakarta, Selasa (29/4).
Baca Juga: Bukan untuk Dihukum, Barak TNI-Polri Bakal Jadi Sekolah Disiplin untuk Siswa Nakal di Jabar
Kereta dari Stasiun Pasar Senen akan berhenti di Stasiun Jatinegara jika jadwal keberangkatannya antara pukul 05.40 WIB hingga 23.50 WIB. Sementara untuk kereta dari Stasiun Gambir, pemberhentian di Jatinegara berlaku bagi kereta yang berangkat pukul 06.20 WIB hingga 22.05 WIB.
Penumpang dapat memanfaatkan alternatif ini tanpa harus mengubah waktu perjalanan mereka, karena jadwal keberangkatan dari stasiun awal tetap sama.
Baca Juga: Kuasa Hukum Hasto Kristiyanto Penuhi Panggilan Dewas KPK Terkait Dugaan Pelanggaran Etik
Dengan adanya pemberhentian tambahan ini, PT KAI berharap penumpang memiliki opsi lebih fleksibel dan nyaman, terutama di tengah pengalihan arus lalu lintas yang kerap terjadi saat momen besar seperti Hari Buruh.
Selain itu, langkah ini dinilai sebagai bentuk adaptasi layanan agar tetap responsif terhadap situasi di lapangan.
Baca Juga: Prabowo Ingin Warga Kota Punya Rumah Murah, Tanah Negara Siap Disulap Jadi Hunian
Ixfan juga mengimbau para penumpang untuk mengecek kembali informasi perjalanan mereka lewat aplikasi KAI Access atau saluran resmi lainnya, agar tidak ketinggalan kereta.
“Kami ingin pastikan pelanggan tetap bisa menikmati perjalanan tanpa terganggu kemacetan atau perubahan mendadak,” tutupnya.
Artikel Terkait
Menjadi PR yang Sangat Besar, Rosan Roeslani Ungkap Danantara Siap Kelola GBK
Usai Kasusnya Viral, Kelulusan Tersangka Perundungan dr Aulia Ditangguhkan, Menkes Budi: Itulah Indonesia
Perempuan Terjerat Pinjol, Puan Maharani Desak Negara Hadir Lindungi Kepala Keluarga
Gegara CEO Dibunuh, Google Habiskan Rp132 Miliar Demi Keamanan Sundar Pichai
Prabowo Ingin Warga Kota Punya Rumah Murah, Tanah Negara Siap Disulap Jadi Hunian
Kuasa Hukum Hasto Kristiyanto Penuhi Panggilan Dewas KPK Terkait Dugaan Pelanggaran Etik
Bongkar Suap Hakim Kasus CPO, Kejagung Gelar Rekonstruksi Perkara Korupsi dan Obstruction of Justice
Bukan untuk Dihukum, Barak TNI-Polri Bakal Jadi Sekolah Disiplin untuk Siswa Nakal di Jabar
May Day di Monas, Polisi Imbau Warga Hindari Titik Rawan Macet Mulai Pagi Hari
Ancaman Krisis Elektronik di AS, Pegatron Soroti Dampak Tarif Impor yang Menghantui