“Tapi begitulah yang terjadi dan yang kami lakukan sekarang hanyalah membenahinya,” ujar Trump. Ia menyebut langkah ini sebagai bagian dari proses reset kebijakan perdagangan yang selama ini dirasa berat sebelah.
Baca Juga: Fatal! Pejabat Trump Michael Waltz Akui Bocorkan Rencana Serangan ke Yaman di Grup Chat
Sinyal Positif di Tengah Konflik
Meski tensi masih tinggi, Trump menyiratkan harapan baru. Katanya, ia sangat menghormati Presiden Xi Jinping dan mengaku mereka punya hubungan pribadi yang baik.
“Dalam arti sebenarnya, dia sudah menjadi teman saya selama waktu yang cukup lama. Dan saya pikir pada akhirnya kita akan bisa mencapai sesuatu yang baik untuk kedua negara. Saya menantikannya,” ujarnya.
Baca Juga: Trump Masih Ngotot, Greenland Bisa Diambil Alih Jadi Milik AS
Arah Perdagangan Global di Titik Kritis
Kalau dilihat dari pernyataan-pernyataan Trump belakangan ini, tampaknya AS sedang mencari jalan tengah. Meski retorika keras masih terdengar, namun sikap yang lebih terbuka terhadap dialog patut dicatat.
Apalagi, keputusan untuk menunda tarif ke banyak negara lain bisa jadi sinyal bahwa AS sedang mengukur ulang dampak dari kebijakan ini.
Yang pasti, dunia menunggu. Apakah ini akan jadi titik balik menuju perdamaian dagang antara dua raksasa ekonomi dunia? Atau justru hanya angin lalu sebelum badai berikutnya datang?