INSIBERNEWS - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali menghidupkan wacana agar AS mengambil alih Greenland. Pernyataan ini muncul pada Senin (24/3/2025), setelah pemimpin wilayah semi-otonom Denmark tersebut mengkritik rencana kunjungan delegasi pejabat tinggi AS pekan ini.
Pernyataan Trump langsung memicu respons keras dari pemerintah Denmark dan Greenland, yang menegaskan bahwa pulau kaya mineral itu bukan untuk dijual.
Baca Juga: Wamenag Soal Ormas Minta THR ke Pengusaha: Itu Budaya Lebaran, Nggak Perlu Dipersoalkan
Perdana Menteri Greenland, Mute Egede, menganggap kunjungan delegasi AS sebagai bentuk provokasi. Rombongan yang dipimpin oleh Usha Vance—istri Wakil Presiden AS JD Vance—bersama Penasihat Keamanan Nasional Mike Waltz dan Menteri Energi Chris Wright, dijadwalkan tiba pada Kamis (27/3) hingga Sabtu (29/3).
Salah satu agenda mereka adalah mengunjungi pangkalan militer AS serta menghadiri acara balap kereta luncur anjing. Namun, pemerintah sementara Greenland menolak untuk bertemu dengan mereka.
Baca Juga: Rupiah Anjlok ke Level Terendah Sejak 1998, Investor Global Mulai Cemas
Egede dengan tegas menyatakan bahwa intervensi semacam ini bertentangan dengan prinsip demokrasi serta meremehkan hak rakyat Greenland untuk menentukan masa depan mereka sendiri.
Sikap kritis terhadap AS juga datang dari pemimpin Partai Demokrat Greenland, Jens-Frederik Nielsen, yang menyesalkan waktu kunjungan tersebut.
Menurutnya, kehadiran pejabat AS di tengah pembentukan pemerintahan baru setelah pemilu 11 Maret serta menjelang pemilu lokal pekan depan, hanya akan memicu ketegangan politik yang tidak perlu.
Baca Juga: Puan Maharani Tanggapi Gugatan UU TNI Ke MK: Baca Dulu, Baru Komentar!
Denmark pun tak tinggal diam. Menteri Luar Negeri Denmark, Lars Lokke Rasmussen, menyebut kunjungan ini sebagai tindakan yang "problematis" dan menunjukkan kurangnya rasa hormat terhadap kedaulatan Denmark dan Greenland.
Perdana Menteri Denmark, Mette Frederiksen, juga menegaskan bahwa Kopenhagen tetap ingin bekerja sama dengan AS sebagai sekutu NATO, tetapi hanya dalam koridor yang menghormati aturan kedaulatan negara.
Ia memastikan bahwa baik Denmark maupun Greenland akan selalu terlibat dalam setiap pembicaraan strategis terkait pulau tersebut.
Baca Juga: PPMI Ungkap Terjadi Pelecehan Seksual oleh Aparat Gabungan pada Jurnalis di Demo Tolak UU TNI
Artikel Terkait
OPPO Reno13 F, Spesifikasi Lengkap Berikut Harga Terbaru, Pilih 4G atau 5G?
Aksi Penyerangan Aparat Terhadap Tim Medis pada Demo UU TNI Malang Picu Kecaman
POCO F6, Smartphone Flagship Killer dengan Spesifikasi Unggulan dan Harga Terjangkau
Serangan Aparat pada Petugas Medis di Demo UU TNI Malang Dinilai Merupakan Pelanggaran HAM
Xiaomi 12 Lite 5G, HP 4 Jutaan dengan Kamera 108MP dan Layar AMOLED 120Hz!
Berhasil Tembus Pasar Global, UMKM Binaan BRI Ikuti Pameran Natural Product Expo West 2025 di Los Angeles!
PPMI Ungkap Terjadi Pelecehan Seksual oleh Aparat Gabungan pada Jurnalis di Demo Tolak UU TNI
Puan Maharani Tanggapi Gugatan UU TNI Ke MK: Baca Dulu, Baru Komentar!
Rupiah Anjlok ke Level Terendah Sejak 1998, Investor Global Mulai Cemas
Wamenag Soal Ormas Minta THR ke Pengusaha: Itu Budaya Lebaran, Nggak Perlu Dipersoalkan