INSIBERNEWS - Pemerintahan baru Presiden Donald Trump kembali membuat gebrakan kontroversial dengan mendukung keputusan Israel untuk melarang Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) beroperasi di wilayahnya.
Langkah ini menimbulkan perdebatan sengit di PBB dan memicu kekhawatiran akan dampaknya terhadap jutaan pengungsi Palestina.
Israel Bersikeras, UNRWA Dianggap Bermasalah
Israel mengklaim bahwa beberapa staf UNRWA terlibat dalam serangan Hamas pada Oktober 2023, sehingga memutuskan untuk menutup kantor badan PBB tersebut. Undang-undang baru yang mendukung pelarangan ini akan mulai diberlakukan pada Kamis (30/01/2025).
Komisaris Jenderal UNRWA, Philippe Lazzarini, dalam rapat Dewan Keamanan PBB menyatakan bahwa kebijakan Israel ini akan menjadi “bencana” bagi para pengungsi Palestina yang bergantung pada bantuan UNRWA.
Namun, Wakil Duta Besar AS untuk PBB, Dorothy Shea, membantah hal itu dan menuduh UNRWA membesar-besarkan dampak dari larangan tersebut. "Mengisyaratkan bahwa aturan ini akan menghentikan seluruh bantuan kemanusiaan adalah tindakan yang tidak bertanggung jawab dan berbahaya," tegas Shea.
Baca Juga: Bunuh Diri di Jepang Turun, Tetapi Angka Bunuh Diri Pelajar Mencapai Rekor Tertinggi
Trump Ubah Haluan, Sikap AS Berbeda dari Era Biden
Sikap AS di bawah Trump ini berbanding terbalik dengan kebijakan pemerintahan sebelumnya di bawah Joe Biden, yang sebelumnya mengkritik rencana Israel. Kini, AS secara terbuka mendukung penutupan UNRWA di Israel, memperkuat aliansinya dengan Tel Aviv.
Kecaman Internasional, Dukungan PBB untuk UNRWA
Sebagian besar anggota tetap Dewan Keamanan PBB kecuali AS menyuarakan dukungan untuk UNRWA dan memperingatkan potensi krisis kemanusiaan yang akan terjadi akibat keputusan ini.
Dengan perkembangan ini, nasib jutaan pengungsi Palestina kini semakin tidak pasti. Apakah keputusan Israel dan dukungan AS ini akan semakin memperburuk konflik, atau justru membuka jalan bagi solusi baru?
Artikel Terkait
Hakim AS Stop Sementara Pemotongan Dana Donald Trump! Akankah Bantuan Keuangan Federal Selamat?
DeepSeek AI China Bikin Panik AS! Trump & Gedung Putih Siap Perang Teknologi Demi Kuasai Kecerdasan Buatan?
Donald Trump Tawarkan Insentif Untuk 2 Juta Pegawai Federal Untuk Mengundurkan Diri, Apakah Ada Perintah Rahasia dari Elon Musk?
Senat AS Tolak Sanksi untuk ICC! Upaya Lindungi Netanyahu Gagal, Trump Siap Ambil Langkah Selanjutnya?
Donald Trump Klaim Militer AS Masuk ke California dan Hidupkan Air, Pejabat Pemerintah Negara Bagian Langsung Bantah!
Inspektur Jenderal USDA Ditendang Donald Trump, Tapi Menolak Pergi dan Bertahan di Kantor! Petugas Keamanan Turun Tangan!
Senator Hadapi Robert F. Kennedy Jr. dalam Sidang Konfirmasi Menteri Kesehatan Donald Trump: Vaksin, Aborsi, dan Kontroversi di Balik Pilihan Presiden
Trump Perintahkan Penahanan Imigran di Guantanamo: Kontroversi dan Reaksi Dunia Terhadap Langkah Berisiko ini
Donald Trump Ingin Membeli Greenland Lagi, Klaim 57.000 Warga Greenland Mau Bergabung dengan AS? Ditolak Mentah oleh Denmark dan Greenland
The Fed Pertahankan Suku Bunga, Menilai Ekonomi AS Masih Solid, Tetapi Donald Trump Desak Pemangkasan Jika Harga Minyak Turun!