INSIBERNEWS - Pada Kamis, 30/01/2025, Presiden Donald Trump menimbulkan kontroversi setelah mengaitkan kecelakaan udara yang mematikan di Washington dengan upaya Administrasi Penerbangan Federal (FAA) untuk memperkenalkan keberagaman dalam tenaga kerja mereka.
Pernyataan Trump tersebut datang setelah sebuah jet penumpang yang hendak mendarat di Bandara Nasional Reagan bertabrakan dengan helikopter Angkatan Darat, menewaskan 67 orang di dalam kedua pesawat. Meskipun penyebab kecelakaan ini belum jelas, Trump dengan cepat mengaitkannya dengan kebijakan keberagaman FAA, meski tanpa bukti yang mendukung klaim tersebut.
Trump Kritik Program Keberagaman FAA yang Inklusif
Dalam sebuah konferensi pers, Trump mengklaim bahwa FAA sedang mendorong perekrutan orang dengan disabilitas yang parah, menyebut hal itu sebagai alasan di balik kecelakaan tersebut. "Dorongan keberagaman FAA mencakup fokus pada perekrutan orang-orang dengan disabilitas intelektual dan psikiatris yang parah. Itu luar biasa," kata Trump. Ia lebih lanjut menuduh bahwa hal ini bisa membahayakan keselamatan penerbangan, dan mengkritik upaya untuk meningkatkan keberagaman dalam sektor penerbangan.
Kritik Keras dari Para Ahli Keselamatan dan Hak-Hak Disabilitas
Komentar Trump segera menuai reaksi keras dari banyak pihak. Para ahli keselamatan penerbangan, pendukung hak-hak disabilitas, dan anggota parlemen Demokrat menganggap tuduhan tersebut tidak berdasar. James Ward, pendiri ADA Watch/Coalition for Disability Rights & Justice, mengecam pernyataan Trump dan menegaskan bahwa menyalahkan bencana pesawat pada penyandang disabilitas adalah sesuatu yang sangat tidak tepat. "Itu tidak berdasar, tidak berdasar, dan menjadikan penyandang disabilitas sebagai target, membahayakan kita secara fisik," ujar Ward.
Investigasi Independen Masih Berlangsung
Sementara Trump terus mengkritik program keberagaman, Ketua Dewan Keselamatan Transportasi Nasional, Jennifer Homendy, menegaskan bahwa penyelidikan akan fokus pada fakta yang ditemukan, bukan spekulasi. "Kami melihat manusia, mesin, dan lingkungan. Kami melihat fakta dalam investigasi kami, dan itu akan memakan waktu," ujar Homendy. Dewan ini bertanggung jawab untuk menyelidiki kecelakaan udara tersebut secara independen.
Upaya Keberagaman Tidak Berdampak pada Keselamatan Penerbangan
Anthony Brickhouse, seorang pakar keselamatan penerbangan, juga menanggapi klaim Trump dengan mengatakan bahwa upaya keberagaman tidak mempengaruhi standar keselamatan penerbangan. "Mencari tahu apa yang menyebabkan kecelakaan dan membuat perubahan untuk menjadi lebih baik adalah inti dari keselamatan. Ini bukan saatnya untuk berpolitik," katanya.
Trump Serang Pete Buttigieg dan Program DEI
Artikel Terkait
Buntut Tragedi Pesawat Jatuh di Muan, CEO Jeju Air Minta Maaf
Belum 24 Jam Jeju Air Terlibat Insiden Kecelakaan, Pagi Ini Pesawat Lakukan Pendaratan Darurat Karena Rusak Pada Roda
Identifikasi Jenazah Kecelakaan Pesawat Jeju Air Hampir Rampung, 174 Korban Teridentifikasi
Tempat Duduk Paling Aman di Pesawat untuk Menghindari Kecelakaan, Simak!
Mengapa Black Box Pesawat Memiliki Peran Penting Saat Ada Kecelakaan?
Menko Infra AHY Sebut Pemerintah Berupaya Turunkan Harga Tiket Pesawat dan Moda Transportasi Lain Menjelang Lebaran 2025
Kecelakaan Tragis di Langit Amerika: Tabrakan Antara Pesawat Jet American Airlines dan Helikopter Black Hawk di Udara Washington
Kecelakaan Mengerikan! Pesawat Penumpang Tabrak Helikopter Militer di Dekat Bandara Reagan, Washington D.C. Operasi Penyelamatan Intensif!
Pesawat Air Busan Terbakar Sebelum Terbang ke Hong Kong di Bandara Internasional Gimhae: Penyebab Diduga Baterai Portable, Penumpang Selamat