Penyesuaian tersebut didasarkan pada sejumlah faktor ekonomi makro, seperti nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, harga minyak mentah Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP), tingkat inflasi, dan Harga Batu Bara Acuan (HBA).
Meskipun harga komoditas energi fluktuatif, pemerintah memastikan bahwa tarif listrik tetap stabil untuk periode ini.
Baca Juga: Aslina Ngeunah! Begini Cara Membuat Opor Ayam Kampung dengan Bumbu Meresap Sempurna
Dengan adanya kepastian ini, masyarakat dapat lebih tenang menghadapi Hari Raya Idulfitri tanpa terbebani kekhawatiran akan kenaikan biaya listrik.
Kebijakan ini juga diharapkan dapat menjaga stabilitas ekonomi nasional serta mendukung kelangsungan usaha di berbagai sektor.