Dendam Lama Berujung Perampokan: Adik Bos PT Widya Tekhno Abadi Gasak Rp 230 Juta demi Beli Mobil dan Perhiasan

Photo Author
Adi Sutiyawan, Insibernews
- Jumat, 28 Maret 2025 | 10:24 WIB
Ilustrasi Kriminal (Foto : Dok/Univ Airlangga)
Ilustrasi Kriminal (Foto : Dok/Univ Airlangga)

INSIBERNEWS - Kasus perampokan yang terjadi di Kota Medan, Sumatera Utara, ini terbilang unik.

Pelakunya bukan orang asing, melainkan adik kandung dari bos perusahaan tempat korban bekerja. Ali (47), pria yang nekat merampok karyawan PT Widya Tekhno Abadi, akhirnya harus berurusan dengan hukum setelah aksinya terungkap.

Kronologi Perampokan yang Sudah Direncanakan

Peristiwa ini terjadi pada Selasa (11/3) ketika Hafrizal, seorang karyawan PT Widya Tekhno Abadi, sedang bertugas menyetorkan uang perusahaan sebesar Rp 510 juta.

Untuk keamanan, ia membagi uang tersebut menjadi dua bagian: Rp 280 juta disimpan di tas ransel, sementara Rp 230 juta lainnya disimpan di jok motornya.

Di tengah perjalanan, Hafrizal bertemu dengan Ali, yang kemudian berpura-pura ingin menumpang. Percakapan sederhana pun terjadi:

  • "Mau ke mana kau?"
  • "Mau setor uang."
  • "Berani kali lah kau setor uang taruh di tas."
  • "Sebagian dipisah di jok sepeda motor."

Ali pun meminta Hafrizal untuk membelikan rokok, tetapi Hafrizal menolak. Saat motor berhenti, Ali langsung menarik paksa tas ransel korban, tetapi gagal. Tidak kehabisan akal, Ali mendorong Hafrizal dengan keras hingga jatuh dan langsung membawa kabur sepeda motor beserta uang tunai Rp 230 juta yang ada di dalamnya.

 Baca Juga: Viral Video Perbaikan Jalan Pantura Karawang, Tim PPK Jabar Bantah Dikerjakan Asal-asalan

Motif: Sakit Hati karena Tidak Diberi Modal Usaha

Usut punya usut, aksi ini bukan sekadar spontanitas. Direktur Kriminal Umum Polda Sumut, Kombes Pol Sumaryono, mengungkapkan bahwa Ali sudah merencanakan perampokan ini dengan matang.

Sebagai adik dari pemilik perusahaan, ia paham betul jadwal pengambilan dan penyetoran uang perusahaan.

Saat diperiksa, Ali mengaku melakukan perampokan tersebut karena sakit hati kepada abangnya yang tidak memberinya modal usaha.

Namun, alih-alih digunakan untuk usaha, uang hasil rampokan itu malah ia belikan mobil, perhiasan, dan berbagai kebutuhan pribadinya.

 Baca Juga: KemenHAM Usul Penghapusan SKCK, Beban Eks Napi Sulit Dapat Kerja! Mabes Polri Buka Suara

Halaman:

Editor: Adi Sutiyawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X