INSIBERNEWS - Kasus perampokan yang terjadi di Kota Medan, Sumatera Utara, ini terbilang unik.
Pelakunya bukan orang asing, melainkan adik kandung dari bos perusahaan tempat korban bekerja. Ali (47), pria yang nekat merampok karyawan PT Widya Tekhno Abadi, akhirnya harus berurusan dengan hukum setelah aksinya terungkap.
Kronologi Perampokan yang Sudah Direncanakan
Peristiwa ini terjadi pada Selasa (11/3) ketika Hafrizal, seorang karyawan PT Widya Tekhno Abadi, sedang bertugas menyetorkan uang perusahaan sebesar Rp 510 juta.
Untuk keamanan, ia membagi uang tersebut menjadi dua bagian: Rp 280 juta disimpan di tas ransel, sementara Rp 230 juta lainnya disimpan di jok motornya.
Di tengah perjalanan, Hafrizal bertemu dengan Ali, yang kemudian berpura-pura ingin menumpang. Percakapan sederhana pun terjadi:
- "Mau ke mana kau?"
- "Mau setor uang."
- "Berani kali lah kau setor uang taruh di tas."
- "Sebagian dipisah di jok sepeda motor."
Ali pun meminta Hafrizal untuk membelikan rokok, tetapi Hafrizal menolak. Saat motor berhenti, Ali langsung menarik paksa tas ransel korban, tetapi gagal. Tidak kehabisan akal, Ali mendorong Hafrizal dengan keras hingga jatuh dan langsung membawa kabur sepeda motor beserta uang tunai Rp 230 juta yang ada di dalamnya.
Baca Juga: Viral Video Perbaikan Jalan Pantura Karawang, Tim PPK Jabar Bantah Dikerjakan Asal-asalan
Motif: Sakit Hati karena Tidak Diberi Modal Usaha
Usut punya usut, aksi ini bukan sekadar spontanitas. Direktur Kriminal Umum Polda Sumut, Kombes Pol Sumaryono, mengungkapkan bahwa Ali sudah merencanakan perampokan ini dengan matang.
Sebagai adik dari pemilik perusahaan, ia paham betul jadwal pengambilan dan penyetoran uang perusahaan.
Saat diperiksa, Ali mengaku melakukan perampokan tersebut karena sakit hati kepada abangnya yang tidak memberinya modal usaha.
Namun, alih-alih digunakan untuk usaha, uang hasil rampokan itu malah ia belikan mobil, perhiasan, dan berbagai kebutuhan pribadinya.
Baca Juga: KemenHAM Usul Penghapusan SKCK, Beban Eks Napi Sulit Dapat Kerja! Mabes Polri Buka Suara
Artikel Terkait
Mengapa Danantara Butuh WNA? Bahlil: Mereka Punya Pengalaman Kelola Aset Negara Kelas Dunia
Airlangga Hartarto: Devisa Hasil Ekspor Akan Perkuat Rupiah yang Melemah
Presiden Prabowo Subianto Instruksikan Pemangkasan Jajaran Komisaris BUMN Perbankan, Harus Lebih Sedikit tapi Lebih Kompeten!
Puan Maharani Soroti Penurunan Jumlah Pemudik Lebaran 2025, Desak Pemerintah Beri Stimulus Ekonomi untuk Rakyat
Puan Maharani Soroti Lonjakan Harga Sembako Jelang Lebaran 2025, Minta Pemerintah Gerak Cepat Stabilkan Pasar
PNM Berangkatkan Pemudik dalam Program Mudik Bersama BUMN 2025, Berikan Kenyamanan dan Keamanan Perjalanan
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti Beri Ceramah Tarawih di Masjid Al-Falah
Mengatasi Kemacetan: Korlantas Polri Terapkan One Way Lokal untuk Mudik Lebaran 2025
KemenHAM Usul Penghapusan SKCK, Beban Eks Napi Sulit Dapat Kerja! Mabes Polri Buka Suara