news

Krisis Demografi Jepang Makin Parah, Kelahiran Terus Turun Selama Sembilan Tahun Berturut-turut

Jumat, 28 Februari 2025 | 11:25 WIB
Ilustrasi bendera Jepang (Istimewa)

INSIBERNEWS – Jepang kembali mencatat penurunan jumlah kelahiran pada tahun 2024, memperpanjang tren penurunan selama sembilan tahun berturut-turut. Situasi ini semakin menguatkan kekhawatiran terhadap krisis demografi yang dihadapi Negeri Sakura.

Dilansir dari Bloomberg, Kamis (27/2/2025), jumlah bayi yang lahir sepanjang 2024 hanya mencapai 720.988 anak, turun sekitar 5 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Baca Juga: DPR Desak Pemerintah Bertindak, Ribuan Karyawan Sritex Terancam PHK Jelang Lebaran

Angka ini menjadi yang terendah sejak pencatatan dimulai pada 1899, menunjukkan tantangan besar yang dihadapi Jepang dalam mempertahankan populasi. 

Di sisi lain, jumlah kematian justru meningkat sebesar 1,8 persen dibanding tahun sebelumnya, mencapai 1,62 juta jiwa. Angka ini menjadi rekor tertinggi sepanjang sejarah, memperjelas kesenjangan yang semakin lebar antara angka kelahiran dan kematian.

Baca Juga: 84 WNI Korban Online Scam Dipulangkan dari Myanmar, Tiba di Indonesia Malam Ini

Jika tren ini terus berlanjut, Jepang berisiko mengalami penyusutan populasi yang lebih cepat, yang berpotensi berdampak pada perekonomian, tenaga kerja, hingga sistem kesejahteraan sosial.

Para ahli menilai berbagai faktor berkontribusi terhadap rendahnya angka kelahiran di Jepang, termasuk biaya hidup yang tinggi, tekanan ekonomi, serta perubahan gaya hidup generasi muda yang semakin menunda pernikahan dan memiliki anak.

Baca Juga: Akhirnya Pilwalkot Banjarbaru Akan Dilakukan PSU Total dan Hadirkan Kotak Kosong

Pemerintah Jepang sebenarnya telah meluncurkan berbagai kebijakan untuk mendorong angka kelahiran, seperti insentif finansial bagi keluarga dan peningkatan layanan penitipan anak. Namun, upaya tersebut sejauh ini belum cukup untuk membalikkan tren penurunan populasi.

Baca Juga: Kepala PPAPP Ungkap Kekerasan Anak dan Perempuan Capai 356 Kasus Sejak Awal Tahun 2025

Dengan semakin seriusnya krisis ini, banyak pihak mendesak pemerintah untuk mengambil langkah lebih agresif guna menciptakan lingkungan yang lebih ramah bagi keluarga muda.

Jika tidak ada perubahan signifikan, Jepang mungkin harus menghadapi realitas sebagai negara dengan populasi yang semakin menua dan menyusut dalam beberapa dekade mendatang.

Tags

Terkini