Kompromi dengan AS Tanpa Perlu Relokasi Warga Gaza
Dalam kesempatan yang sama, Raja Abdullah II juga menuturkan pihaknya sedang menyusun rencana soal bagaimana negara-negara di kawasan Timur Tengah dapat 'kompromi' dengan Trump terkait gagasan AS yang ingin relokasi warga Gaza.
Dalam pembicaraan di Gedung Putih, Raja Abdullah II disebut berhasil membujuk Trump yang sebelumnya melontarkan kemungkinan menghentikan bantuan AS ke Yordania jika negara itu tidak mau menampung warga Gaza.
Baca Juga: Tuntut Uang Tutup Mulut Senilai Rp5 Miliar, Intip 3 Fakta Kasus Nikita Mirzani vs Reza Gladys
"Salah satu hal yang bisa kita lakukan segera adalah merawat 2.000 anak, anak-anak penderitakanker yang berada dalam kondisi sakit parah. Itu dimungkinkan untuk terjadi," kata Raja Abdullah II ketika Trump menyambut dirinya dan Putra Mahkota Hussein di Gedung Putih.
Trump pun sempat menyebut gagasan Raja Yordania itu sebagai 'tindakan yang sangat indah' dan mengakui dirinya tidak mengetahui kedatangan Raja Yordania di Gedung Putih.***
Artikel Terkait
Jamin Mitigasi Bencana Layanan Publik Tetap Optimal, Istana: Tidak Benar BMKG Kena Efisiensi 50 Persen
Tragis! Seorang Ayah di Bekasi Tega Lempar Bayinya ke Genangan Banjir
Trump Sebut Ukraina Bisa Jadi Bagian dari Rusia, Picu Kontroversi!
Kejagung dan KPK Pangkas Anggaran, Efisiensi Capai Triliunan Rupiah di Tahun 2025
Presiden Turki Erdogan Tiba di Jakarta, Bahas Kerja Sama Bilateral dan Isu Global
Prabowo Bertemu Erdogan, Ungkap Ingin Perdagangan Indonesia dan Turki Makin Kuat
Bertemu Erdogan di Bogor, Prabowo Sebut Ingin Produksi Bersama Industri Pertahanan RI dan Turki