Ramai Seruan Boikot, Berikut Serba-serbi Kontroversi Karakter Sabra di Film Captain America: Brave New World

Photo Author
Cristina Jeany Malonda, Insibernews
- Rabu, 12 Februari 2025 | 17:54 WIB
Berikut Serba-serbi Kontroversi Karakter Sabra di Film Captain America: Brave New World yang tuai seruan boikot  (Istimewa )
Berikut Serba-serbi Kontroversi Karakter Sabra di Film Captain America: Brave New World yang tuai seruan boikot (Istimewa )

INSIBERNEWS - Seruan boikot ramai dilempar terhadap film terbaru dari Marvel Studios, yakni Captain America: Brave New World.

Captain America: Brave New World akhirnya menggelar penayangan premier di TCL Chinese Theatre, Los Angeles, California pada Selasa, 11 Februari 2025 waktu setempat. Namun acara itu diwarnai aksi protes dari masyarakat pro-palestina.

Seruan memboikot film ini muncul karena Marvel Studios memasukkan karakter yang berkaitan dengan Israel, Rut Bat-Seraph atau Sabra.

Baca Juga: Penggemarnya Tewas Dibunuh Oleh Guru Sendiri, IVE Berduka dan Kirimkan Karangan Bunga Untuk Korban

Di film ini, karakter Sabra diperankan oleh artis Shia Hamas.

Karakter superhero Rut Bat-Seraph berasal dari Israel
Dimasukkannya Sabra, yang merupakan agen Mossad dalam komik tersebut, memicu kontroversi di kalangan penggemar Palestina pada tahun 2022.

Marvel segera merilis pernyataan yang memastikan bahwa mereka mengambil pendekatan baru terhadap karakter Brave New World.

Sedangkan yang dimaksud dengan agen Mossad ialah agen intelijen Israel yang bertugas untuk mengumpulkan informasi dan melakukan operasi rahasia.

Baca Juga: Kecerdasan Terganggu? Ini Alasan Mengapa Terlalu Sering Ikut Gosip dan Terobsesi dengan Selebritis Bisa Membuat Otak Menjadi Lemah!

Para pro-palestina yang datang di event premier membawa poster bertuliskan ‘Sabra harus pergi,’ ‘Disney mendukung genosida,’ ‘Boikot Captain America,’ dan ‘Pray 4 Princess Jasmine.’

Respon Marvel dan produser Nate Moore tentang karakter Sabra
Pihak Marvel mengatakan kalau mereka melakukan pengubahan terhadap karakter Sabra.

“Dia orang Israel, tapi dia bukan Mossad. Sekarang dia bekerja di pemerintahan AS,” kata Nate Moore dalam penjelasannya seperti dikutip dari Variety.

“Yang menurut kami menarik adalah banyak karakter dalam film tersebut yang berkisar pada Presiden Thaddeus Ross,” imbuhnya.

Baca Juga: Bertemu Erdogan di Bogor, Prabowo Sebut Ingin Produksi Bersama Industri Pertahanan RI dan Turki

Halaman:

Editor: Cristina Jeany Malonda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X