Pembekuan Pendanaan AS Guncang Komunitas LGBTQ+ Filipina: Bagaimana Organisasi di Filipina Mengisi Kekosongan dan Menghadapi Tantangan Besar HIV?

Photo Author
Adi Sutiyawan, Insibernews
- Jumat, 31 Januari 2025 | 11:17 WIB
Foto Ilustrasi Krisis Pendanaan Mengancam Keselamatan Transgender di Filipina (Gambar oleh Gabriela Serralde dari Pixabay)
Foto Ilustrasi Krisis Pendanaan Mengancam Keselamatan Transgender di Filipina (Gambar oleh Gabriela Serralde dari Pixabay)

Walaupun banyak organisasi nonpemerintah berusaha untuk tidak bergantung pada satu sumber pendanaan saja, hal itu jauh lebih sulit bagi kelompok yang mengadvokasi hak-hak LGBTQ+ dan pencegahan HIV di Filipina. Sebagian besar organisasi ini telah terbantu dengan dana dari luar negeri, terutama AS, untuk menjalankan program-program penting mereka. Dengan terhentinya bantuan ini, mereka harus mencari cara lain untuk tetap beroperasi.

Matt Alea, pendiri Transmasculine Philippines, mengungkapkan kekecewaannya terhadap kenyataan bahwa banyak organisasi yang berperan besar dalam kesejahteraan rakyat Filipina kini terancam kehilangan pendanaan. Namun, Alea juga optimis bahwa pembekuan dana ini bisa memicu perbincangan penting tentang bagaimana pemerintah Filipina bisa lebih berperan dalam mendukung program-program ini.

Pemerintah Filipina: Sudah Saatnya Bertindak

Para aktivis mengimbau agar pemerintah Filipina segera mengambil langkah konkret untuk mendukung organisasi-organisasi lokal yang selama ini bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan komunitas yang terpinggirkan. LoveYourself, misalnya, dalam pernyataannya menyatakan bahwa kini saatnya pemerintah Filipina untuk berkolaborasi dengan masyarakat sipil, untuk memastikan bahwa program-program HIV dan kesehatan transgender tetap berjalan, meskipun pendanaan asing terbatas.

 Baca Juga: Trump Kembali Tegaskan Larangan Transgender di Militer AS, Kebijakan Menuai Kontroversi

Membangun Masa Depan yang Lebih Baik

Bagi banyak organisasi, tantangan besar ini justru menjadi peluang untuk mencari cara baru dalam membangun komunitas yang lebih mandiri. Alea dan timnya berencana untuk menggelar acara penggalangan dana dan meluncurkan kampanye crowdfunding untuk menghidupkan kembali TANGGAP Trans Hub. "Kami tidak bisa hanya bergantung pada bantuan luar negeri," kata Alea. "Ini adalah kesempatan untuk membicarakan pentingnya dukungan domestik untuk masyarakat kami sendiri."

Pada akhirnya, meskipun pembekuan pendanaan ini memberikan dampak yang besar bagi banyak kelompok, hal ini juga membuka jalan untuk diskusi yang lebih luas mengenai bagaimana Filipina bisa mendukung masyarakat LGBTQ+ dan pencegahan HIV tanpa harus bergantung pada bantuan luar negeri.

Halaman:

Editor: Adi Sutiyawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X