Walaupun banyak organisasi nonpemerintah berusaha untuk tidak bergantung pada satu sumber pendanaan saja, hal itu jauh lebih sulit bagi kelompok yang mengadvokasi hak-hak LGBTQ+ dan pencegahan HIV di Filipina. Sebagian besar organisasi ini telah terbantu dengan dana dari luar negeri, terutama AS, untuk menjalankan program-program penting mereka. Dengan terhentinya bantuan ini, mereka harus mencari cara lain untuk tetap beroperasi.
Matt Alea, pendiri Transmasculine Philippines, mengungkapkan kekecewaannya terhadap kenyataan bahwa banyak organisasi yang berperan besar dalam kesejahteraan rakyat Filipina kini terancam kehilangan pendanaan. Namun, Alea juga optimis bahwa pembekuan dana ini bisa memicu perbincangan penting tentang bagaimana pemerintah Filipina bisa lebih berperan dalam mendukung program-program ini.
Pemerintah Filipina: Sudah Saatnya Bertindak
Para aktivis mengimbau agar pemerintah Filipina segera mengambil langkah konkret untuk mendukung organisasi-organisasi lokal yang selama ini bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan komunitas yang terpinggirkan. LoveYourself, misalnya, dalam pernyataannya menyatakan bahwa kini saatnya pemerintah Filipina untuk berkolaborasi dengan masyarakat sipil, untuk memastikan bahwa program-program HIV dan kesehatan transgender tetap berjalan, meskipun pendanaan asing terbatas.
Baca Juga: Trump Kembali Tegaskan Larangan Transgender di Militer AS, Kebijakan Menuai Kontroversi
Membangun Masa Depan yang Lebih Baik
Bagi banyak organisasi, tantangan besar ini justru menjadi peluang untuk mencari cara baru dalam membangun komunitas yang lebih mandiri. Alea dan timnya berencana untuk menggelar acara penggalangan dana dan meluncurkan kampanye crowdfunding untuk menghidupkan kembali TANGGAP Trans Hub. "Kami tidak bisa hanya bergantung pada bantuan luar negeri," kata Alea. "Ini adalah kesempatan untuk membicarakan pentingnya dukungan domestik untuk masyarakat kami sendiri."
Pada akhirnya, meskipun pembekuan pendanaan ini memberikan dampak yang besar bagi banyak kelompok, hal ini juga membuka jalan untuk diskusi yang lebih luas mengenai bagaimana Filipina bisa mendukung masyarakat LGBTQ+ dan pencegahan HIV tanpa harus bergantung pada bantuan luar negeri.
Artikel Terkait
Inspektur Jenderal USDA Ditendang Donald Trump, Tapi Menolak Pergi dan Bertahan di Kantor! Petugas Keamanan Turun Tangan!
Senator Hadapi Robert F. Kennedy Jr. dalam Sidang Konfirmasi Menteri Kesehatan Donald Trump: Vaksin, Aborsi, dan Kontroversi di Balik Pilihan Presiden
Trump Perintahkan Penahanan Imigran di Guantanamo: Kontroversi dan Reaksi Dunia Terhadap Langkah Berisiko ini
Donald Trump Ingin Membeli Greenland Lagi, Klaim 57.000 Warga Greenland Mau Bergabung dengan AS? Ditolak Mentah oleh Denmark dan Greenland
The Fed Pertahankan Suku Bunga, Menilai Ekonomi AS Masih Solid, Tetapi Donald Trump Desak Pemangkasan Jika Harga Minyak Turun!
AS Dukung Israel Tutup UNRWA! Keputusan Donald Trump Picu Kontroversi di PBB, Nasib Pengungsi Palestina Terancam?
Donald Trump Kritik The Fed! Kritik Kebijakan Suku Bunga dan Janji Kendalikan Inflasi dengan Strategi Baru
Donald Trump Tanda Tangani Perintah Eksekutif! Pelajar Internasional Bisa Dideportasi Jika Terlibat Aksi Antisemitisme, Picu Kontroversi di Dunia
Departemen Kehakiman AS Selidiki Pembebasan Imigran Ilegal di New York: Munculnya Kebijakan Baru Donald Trump Terhadap Kota Perlindungan Ithaca
Tanpa Bukti yang Jelas Donald Trump Tuding Program Keberagaman FAA Penyebab Kecelakaan Pesawat: Kontroversi Terkait Kecelakaan Pesawat di Washington