INSIBERNEWS - Di Filipina, sebuah negara dengan mayoritas Katolik konservatif, perjuangan kaum LGBTQ+ dan komunitas transgender sering kali terabaikan. Terutama dalam hal akses layanan kesehatan, dukungan psikologis, dan pencegahan HIV, tantangan besar terus ada.
Namun, seiring waktu, kelompok masyarakat sipil, seperti TANGGAP Trans Hub, LoveYourself, dan lainnya, telah menjadi penopang utama dalam mengisi kesenjangan yang ditinggalkan oleh ketidakmampuan negara untuk memberikan layanan ini secara memadai.
Musibah Pembekuan Pendanaan: Tanggapan Komunitas yang Terkena Dampak
Pada puncak musim liburan Natal, seorang mahasiswa transgender yang datang ke TANGGAP Trans Hub, pusat komunitas pertama bagi transgender di Filipina, merasakan kegembiraan untuk pertama kalinya setelah bertahun-tahun. Berbicara dengan para relawan, ia mendapat dukungan hukum dan kesehatan mental yang sangat dibutuhkan. Namun, sebulan kemudian, kabar buruk datang. Pendanaan dari AS untuk TANGGAP Trans Hub dihentikan, memaksa pusat ini untuk menutup pintunya.
Pada 24 Januari 2024, Presiden AS Donald Trump mengeluarkan perintah untuk membekukan bantuan asing selama tiga bulan, yang berdampak langsung pada banyak organisasi di Filipina yang bergantung pada dana tersebut untuk menjalankan program-program pencegahan HIV dan dukungan komunitas LGBTQ+.
Kelompok-Kelompok Masyarakat Sipil Menghadapi Tantangan Tanpa Dana
Organisasi seperti Transmasculine PH, Mujer LGBT+, dan LoveYourself di Filipina terpaksa menghentikan banyak program penting mereka. Sebagai contoh, TANGGAP Trans Hub yang selama ini memberikan ruang aman bagi kaum transgender untuk mendapatkan informasi tentang hormon penegasan gender, operasi, dan berbagai topik lainnya, kini harus menghentikan lokakarya dan kegiatan komunitas yang selama ini sangat membantu.
Begitu juga dengan LoveYourself, yang selama ini menyediakan layanan kesehatan HIV, seperti profilaksis pra pajanan (PrEP) gratis, dan pengujian HIV mandiri, kini terpaksa menghentikan beberapa layanannya karena kekurangan dana. PrEP, yang sangat dibutuhkan untuk pencegahan HIV, adalah salah satu layanan yang paling terpengaruh, meskipun pengujian dan perawatan HIV masih bisa berjalan.
Kesenjangan dalam Layanan Kesehatan Transgender dan HIV di Filipina
Filipina mengalami peningkatan kasus HIV yang signifikan dalam dekade terakhir, yang oleh banyak ahli kesehatan disebut sebagai "epidemi diam-diam". Pada 2024, diperkirakan ada sekitar 215.400 orang yang hidup dengan HIV di negara tersebut. Namun, akses terhadap layanan kesehatan untuk komunitas transgender sangat terbatas, dan jumlah kasus HIV di kalangan mereka pun terus meningkat.
Kelompok-kelompok seperti TANGGAP dan LoveYourself telah mengisi kesenjangan tersebut, memberikan perawatan dan dukungan yang sangat dibutuhkan oleh komunitas yang seringkali terpinggirkan ini. TANGGAP Trans Hub, misalnya, menjadi tempat bagi transgender untuk berbagi pengalaman, memperoleh informasi kesehatan, serta mendapatkan dukungan hukum dan mental yang sangat penting.
Tantangan Bagi Organisasi Lokal: Kebergantungan pada Pendanaan Internasional
Artikel Terkait
Inspektur Jenderal USDA Ditendang Donald Trump, Tapi Menolak Pergi dan Bertahan di Kantor! Petugas Keamanan Turun Tangan!
Senator Hadapi Robert F. Kennedy Jr. dalam Sidang Konfirmasi Menteri Kesehatan Donald Trump: Vaksin, Aborsi, dan Kontroversi di Balik Pilihan Presiden
Trump Perintahkan Penahanan Imigran di Guantanamo: Kontroversi dan Reaksi Dunia Terhadap Langkah Berisiko ini
Donald Trump Ingin Membeli Greenland Lagi, Klaim 57.000 Warga Greenland Mau Bergabung dengan AS? Ditolak Mentah oleh Denmark dan Greenland
The Fed Pertahankan Suku Bunga, Menilai Ekonomi AS Masih Solid, Tetapi Donald Trump Desak Pemangkasan Jika Harga Minyak Turun!
AS Dukung Israel Tutup UNRWA! Keputusan Donald Trump Picu Kontroversi di PBB, Nasib Pengungsi Palestina Terancam?
Donald Trump Kritik The Fed! Kritik Kebijakan Suku Bunga dan Janji Kendalikan Inflasi dengan Strategi Baru
Donald Trump Tanda Tangani Perintah Eksekutif! Pelajar Internasional Bisa Dideportasi Jika Terlibat Aksi Antisemitisme, Picu Kontroversi di Dunia
Departemen Kehakiman AS Selidiki Pembebasan Imigran Ilegal di New York: Munculnya Kebijakan Baru Donald Trump Terhadap Kota Perlindungan Ithaca
Tanpa Bukti yang Jelas Donald Trump Tuding Program Keberagaman FAA Penyebab Kecelakaan Pesawat: Kontroversi Terkait Kecelakaan Pesawat di Washington