Departemen Kehakiman AS Selidiki Pembebasan Imigran Ilegal di New York: Munculnya Kebijakan Baru Donald Trump Terhadap Kota Perlindungan Ithaca

Photo Author
Adi Sutiyawan, Insibernews
- Jumat, 31 Januari 2025 | 09:54 WIB
Departemen Kehakiman AS Selidiki Pembebasan Imigran Ilegal di New York (Gambar oleh ijeab di Freepik)
Departemen Kehakiman AS Selidiki Pembebasan Imigran Ilegal di New York (Gambar oleh ijeab di Freepik)

INSIBERNEWS - Pada Kamis, 30/01/2025, Departemen Kehakiman Amerika Serikat mengumumkan sedang melakukan penyelidikan terhadap pembebasan seorang imigran ilegal di wilayah utara New York.

Insiden ini menjadi sorotan besar, karena tampaknya menjadi penggunaan pertama kebijakan baru yang dikeluarkan oleh pemerintahan Presiden Donald Trump untuk menargetkan lembaga negara bagian dan lokal yang tidak mematuhi arahan federal terkait penegakan hukum imigrasi.

Kasus Pembebasan Warga Meksiko yang Menjadi Fokus Pemerintah AS

Kasus ini bermula pada 29 Januari 2025, ketika seorang warga negara Meksiko, Jesus Romero-Hernandez (27), dibebaskan oleh Kantor Sheriff Tompkins County di Ithaca, New York.

Meskipun ada surat perintah penangkapan federal terkait tuduhan masuk kembali secara ilegal ke AS setelah deportasi, pihak sheriff membebaskan Romero-Hernandez, yang sebelumnya ditahan atas tuduhan penyerangan. Keputusan ini menuai kontroversi karena bertentangan dengan instruksi yang dikeluarkan oleh pemerintah federal.

 Baca Juga: Donald Trump Tanda Tangani Perintah Eksekutif! Pelajar Internasional Bisa Dideportasi Jika Terlibat Aksi Antisemitisme, Picu Kontroversi di Dunia

Kebijakan Tindakan Keras Terhadap Kota Perlindungan

Penyelidikan ini merupakan bagian dari kebijakan keras yang diperkenalkan oleh pemerintahan Trump, yang baru-baru ini menginstruksikan jaksa federal untuk menyelidiki dan kemungkinan menuntut pejabat negara bagian atau lokal yang menghalangi penegakan hukum imigrasi federal. Insiden di Ithaca ini memicu langkah penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan apakah pejabat di daerah tersebut melanggar kebijakan yang baru diimplementasikan.

Pernyataan Wakil Jaksa Agung: Menanggapi Pembebasan Tersangka Tanpa Status Hukum

Emil Bove, Penjabat Wakil Jaksa Agung, menyatakan bahwa pembebasan Romero-Hernandez meskipun ada surat perintah penangkapan federal adalah sebuah tindakan yang patut diselidiki lebih lanjut. “Seorang terdakwa tanpa status hukum dan memiliki sejarah kekerasan dilepaskan ke masyarakat kemarin,” ujar Bove. Dia juga menekankan bahwa penyelidikan terhadap hal ini akan dilakukan dengan serius oleh kantor kejaksaan setempat.

 Baca Juga: Donald Trump Kritik The Fed! Kritik Kebijakan Suku Bunga dan Janji Kendalikan Inflasi dengan Strategi Baru

Penyelidikan Mengarah Pada Kota Perlindungan dan Implikasi Kebijakan Trump

Penyelidikan ini muncul di tengah kebijakan keras pemerintahan Trump terhadap "kota perlindungan," yang dikenal sebagai tempat-tempat di mana pihak berwenang lokal dan negara bagian tidak bekerja sama dengan otoritas federal dalam penegakan hukum imigrasi. Meskipun Ithaca merupakan kota yang dikenal dengan kebijakan progresifnya, yang menyatakan bahwa departemen kepolisian kota tidak berpartisipasi dalam kegiatan penegakan hukum imigrasi, insiden ini memperlihatkan ketegangan antara kebijakan lokal dan instruksi dari pemerintahan federal.

Dampak Kebijakan Kota Perlindungan Pada Penegakan Hukum Imigrasi

Halaman:

Editor: Adi Sutiyawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X