INSIBERNEWS - Pada Kamis, 30/01/2025, Departemen Kehakiman Amerika Serikat mengumumkan sedang melakukan penyelidikan terhadap pembebasan seorang imigran ilegal di wilayah utara New York.
Insiden ini menjadi sorotan besar, karena tampaknya menjadi penggunaan pertama kebijakan baru yang dikeluarkan oleh pemerintahan Presiden Donald Trump untuk menargetkan lembaga negara bagian dan lokal yang tidak mematuhi arahan federal terkait penegakan hukum imigrasi.
Kasus Pembebasan Warga Meksiko yang Menjadi Fokus Pemerintah AS
Kasus ini bermula pada 29 Januari 2025, ketika seorang warga negara Meksiko, Jesus Romero-Hernandez (27), dibebaskan oleh Kantor Sheriff Tompkins County di Ithaca, New York.
Meskipun ada surat perintah penangkapan federal terkait tuduhan masuk kembali secara ilegal ke AS setelah deportasi, pihak sheriff membebaskan Romero-Hernandez, yang sebelumnya ditahan atas tuduhan penyerangan. Keputusan ini menuai kontroversi karena bertentangan dengan instruksi yang dikeluarkan oleh pemerintah federal.
Kebijakan Tindakan Keras Terhadap Kota Perlindungan
Penyelidikan ini merupakan bagian dari kebijakan keras yang diperkenalkan oleh pemerintahan Trump, yang baru-baru ini menginstruksikan jaksa federal untuk menyelidiki dan kemungkinan menuntut pejabat negara bagian atau lokal yang menghalangi penegakan hukum imigrasi federal. Insiden di Ithaca ini memicu langkah penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan apakah pejabat di daerah tersebut melanggar kebijakan yang baru diimplementasikan.
Pernyataan Wakil Jaksa Agung: Menanggapi Pembebasan Tersangka Tanpa Status Hukum
Emil Bove, Penjabat Wakil Jaksa Agung, menyatakan bahwa pembebasan Romero-Hernandez meskipun ada surat perintah penangkapan federal adalah sebuah tindakan yang patut diselidiki lebih lanjut. “Seorang terdakwa tanpa status hukum dan memiliki sejarah kekerasan dilepaskan ke masyarakat kemarin,” ujar Bove. Dia juga menekankan bahwa penyelidikan terhadap hal ini akan dilakukan dengan serius oleh kantor kejaksaan setempat.
Penyelidikan Mengarah Pada Kota Perlindungan dan Implikasi Kebijakan Trump
Penyelidikan ini muncul di tengah kebijakan keras pemerintahan Trump terhadap "kota perlindungan," yang dikenal sebagai tempat-tempat di mana pihak berwenang lokal dan negara bagian tidak bekerja sama dengan otoritas federal dalam penegakan hukum imigrasi. Meskipun Ithaca merupakan kota yang dikenal dengan kebijakan progresifnya, yang menyatakan bahwa departemen kepolisian kota tidak berpartisipasi dalam kegiatan penegakan hukum imigrasi, insiden ini memperlihatkan ketegangan antara kebijakan lokal dan instruksi dari pemerintahan federal.
Dampak Kebijakan Kota Perlindungan Pada Penegakan Hukum Imigrasi
Artikel Terkait
Senat AS Tolak Sanksi untuk ICC! Upaya Lindungi Netanyahu Gagal, Trump Siap Ambil Langkah Selanjutnya?
Donald Trump Klaim Militer AS Masuk ke California dan Hidupkan Air, Pejabat Pemerintah Negara Bagian Langsung Bantah!
Inspektur Jenderal USDA Ditendang Donald Trump, Tapi Menolak Pergi dan Bertahan di Kantor! Petugas Keamanan Turun Tangan!
Senator Hadapi Robert F. Kennedy Jr. dalam Sidang Konfirmasi Menteri Kesehatan Donald Trump: Vaksin, Aborsi, dan Kontroversi di Balik Pilihan Presiden
Trump Perintahkan Penahanan Imigran di Guantanamo: Kontroversi dan Reaksi Dunia Terhadap Langkah Berisiko ini
Donald Trump Ingin Membeli Greenland Lagi, Klaim 57.000 Warga Greenland Mau Bergabung dengan AS? Ditolak Mentah oleh Denmark dan Greenland
The Fed Pertahankan Suku Bunga, Menilai Ekonomi AS Masih Solid, Tetapi Donald Trump Desak Pemangkasan Jika Harga Minyak Turun!
AS Dukung Israel Tutup UNRWA! Keputusan Donald Trump Picu Kontroversi di PBB, Nasib Pengungsi Palestina Terancam?
Donald Trump Kritik The Fed! Kritik Kebijakan Suku Bunga dan Janji Kendalikan Inflasi dengan Strategi Baru
Donald Trump Tanda Tangani Perintah Eksekutif! Pelajar Internasional Bisa Dideportasi Jika Terlibat Aksi Antisemitisme, Picu Kontroversi di Dunia