INSIBERNEWS - Seorang imigran Indonesia tewas karena mengalami penembakan oleh Malaysia.
Penembakan dilakukan oleh Malaysia pada 5 orang migran Indonesia di perairannya.
Pihak Malaysia mengklaim bahwa migran dari Indonesia tersebut melintas tanpa membawa dokumen resmi.
Dilansir INsibernews dari akun Instagram @matanajwa (30/1/2025), Presiden Prabowo mengharapkan ada investigasi pada kasus ini.
“Kita tentunya berharap ad investigasi,” ungkap Presiden Prabowo.
Selain itu juga Presiden Prabowo mengingatkan untuk tidak masuk ke negara asing dengan cara ilegal.
Biasanya jalur ilegal untuk masuk ke negara lain ini ditawarkan oleh sejumlah sindikat.
“Kalau menyelundup ke negara asing, risikonya negara asing akan bertindak. Jadi rakyat kita jangan mau dibohongi oleh sindikat-sindikat yang berjanji ini, berjanji itu,” ujar Presiden Prabowo.
Migran yang tidak membawa dokumen resmi sering dianggap sebagai migran ilegal oleh banyak negara.
Baca Juga: KPK Belum Bisa Temui Paulus Tannos, Proses Hukum di Singapura Masih Berjalan
Dokumen resmi, seperti paspor, visa, atau izin tinggal, merupakan syarat penting untuk mengatur pergerakan individu antarnegara sesuai dengan hukum internasional.
Artikel Terkait
Malaysia Tembak WNI di Peraian Tanjung Rhu, Indonesia Kirim Nota Diplomatik untuk Transparansi Penyelidikan
Pria Malaysia Ciptakan Bisnis Penjahat Bayaran, Pura-pura Jadi Penjahat Supaya Anda Bisa Jadi Pahlawan di Depan Pasangan!
Indonesia dan Malaysia Kompak! Prabowo dan Anwar Sepakat Dukung Palestina, Tak Gentar dengan Tekanan Internasional
Beda Versi Kronologi Penembakan Migran Indonesia di Malaysia, Siapa yang Benar?
Kemenlu Menduga Ada Penggunaan Kekuatan Berlebih di Kasus Penembakan Malaysia pada migran Tanah Air