Mandatori Biodiesel B50 Resmi Berjalan, Menko Airlangga Sebut Negara Bisa Hemat Devisa Ratusan Miliar Dolar

Photo Author
- Minggu, 12 Juli 2026 | 13:30 WIB
Biodiesel B50 Segera Berlaku, Pemerintah Targetkan Hemat Ratusan Ribu Barel Impor per Hari (Ilustrasi/Istimewa)
Biodiesel B50 Segera Berlaku, Pemerintah Targetkan Hemat Ratusan Ribu Barel Impor per Hari (Ilustrasi/Istimewa)

INSIBERNEWS - Pemerintah Indonesia semakin serius memperkuat ketahanan energi nasional melalui langkah strategis di sektor bahan bakar. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, memproyeksikan bahwa penerapan kebijakan mandatori biodiesel B50 akan membawa keuntungan finansial yang sangat masif bagi negara.

Keuntungan utama dari kebijakan ini adalah potensi penghematan devisa negara yang jumlahnya diperkirakan mencapai angka USD 177 miliar.

Angka fantastis tersebut bisa diraih lantaran Indonesia tidak perlu lagi bergantung secara berlebihan pada pasokan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar dari pasar internasional.

Penjelasan mengenai dampak positif dari pemanfaatan energi nabati ini disampaikan secara langsung oleh Airlangga setelah dirinya menghadiri agenda KADIN Diplomatic Economic Breakfast pada hari Jumat (10/7/2026).

Baca Juga: Resmi Dirombak! Menkeu Purbaya Bebaskan Bea Masuk Impor Senjata dan Alat Tempur demi Ketahanan Negara

Ia juga menyinggung peran penting Presiden Prabowo Subianto yang baru saja meresmikan berjalannya program B50 tersebut.

"Kemarin Bapak Presiden (Prabowo Subianto) meluncurkan program mandatory B50. Itu menunjukkan bahwa Indonesia bisa punya kekuatan sendiri. Kini kita tidak perlu impor solar lagi dan bisa menghemat devisa hingga USD177 miliar,"

Selain memberikan ruang napas bagi stabilitas keuangan negara, transisi menuju penggunaan B50 ini juga membawa angin segar bagi kelestarian lingkungan. Program percampuran bahan bakar nabati ini dinilai menjadi salah satu senjata andalan pemerintah dalam menekan tingginya tingkat polusi udara akibat pembakaran bahan bakar fosil.

Baca Juga: Kursi Jampidsus Kosong usai Febrie Adriansyah Mundur, Jaksa Agung Tunjuk Rudi Margono Sebagai Plt

Menurut perhitungan kementerian terkait, implementasi B50 diprediksi sanggup memangkas emisi gas buang hingga 44 juta ton setara karbon dioksida (CO2). Langkah progresif ini jelas akan sangat membantu Indonesia dalam mempercepat realisasi target bebas emisi karbon atau pencapaian net zero emission di masa depan.

Di sisi lain, peningkatan serapan minyak kelapa sawit mentah (CPO) untuk kebutuhan domestik ini juga diharapkan mampu mendongkrak kesejahteraan para petani sawit lokal.

Dengan begitu, program biodiesel ini tidak hanya menyelamatkan lingkungan dan memangkas devisa, tetapi juga turut memutar roda perekonomian masyarakat secara lebih merata.***

Editor: Varin Vaprilia Caroline

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X