Diduga Sering Dibully, Pelajar Pembuat Bom Rakitan di Sekolah Ternyata Incar Teman Sekelasnya

Photo Author
Cristina Jeany Malonda, Insibernews
- Rabu, 15 Juli 2026 | 12:51 WIB
Diduga Sering Dibully, Pelajar Pembuat Bom Rakitan di Sekolah Ternyata Incar Teman Sekelasnya (Instagram.com/@padang_tv)
Diduga Sering Dibully, Pelajar Pembuat Bom Rakitan di Sekolah Ternyata Incar Teman Sekelasnya (Instagram.com/@padang_tv)

INSIBERNEWS – Kepolisian Daerah Sumatera Barat (Polda Sumbar) masih menyelidiki dugaan perundungan atau bullying yang diduga menjadi salah satu faktor di balik aksi seorang pelajar berinisial RGJ (17) yang meledakkan bom rakitan di lingkungan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Padang. Beruntung, insiden tersebut tidak menimbulkan korban jiwa.

Hasil pemeriksaan awal mengungkap bahwa RGJ mengaku mengalami tekanan mental akibat kerap menjadi sasaran perundungan oleh teman-teman sekelasnya. Namun demikian, polisi menegaskan bahwa informasi tersebut masih berupa keterangan awal dan belum dapat dijadikan kesimpulan terkait motif utama tindakan pelaku.

Kepala Bidang Humas Polda Sumbar, Kombes Pol Susmelawati Rosya, menjelaskan bahwa penyidik masih terus mengumpulkan fakta dan keterangan tambahan guna memastikan latar belakang kejadian tersebut.

Baca Juga: Misteri Kematian Dokter Muda PPDS di Semak RSUD Siak, Petunjuk Bermula dari Rekaman CCTV

“Dugaan sementara memang mengarah pada adanya masalah psikologis yang dialami pelaku akibat sering mendapat perlakuan perundungan dari lingkungan pergaulannya di sekolah,” ujar Susmelawati, Selasa (14/7/2026).

Selain itu, polisi juga mendapatkan informasi awal bahwa target dari aksi tersebut diduga hanya mengarah kepada satu orang yang merupakan teman sekelas RGJ. Meski demikian, keterangan tersebut masih dalam tahap verifikasi dan pendalaman lebih lanjut.

Penyidik hingga kini belum dapat memastikan bentuk maupun intensitas perundungan yang dialami pelajar tersebut. Pasalnya, pemeriksaan yang dilakukan masih bersifat awal dan lebih difokuskan pada kondisi mental yang bersangkutan.

Baca Juga: Rumah Anggota BPK Bobby Adhityo Rizaldi Digeledah KPK Terkait Skandal Suap Bupati Muara Enim, Sejumlah Barang Bukti Elektronik Disita

Menurut Susmelawati, saat diamankan, RGJ terlihat mengalami tekanan emosional dan masih dalam kondisi terguncang. Karena itu, polisi memilih mengedepankan pendekatan humanis dengan memberikan pendampingan psikologis sebelum melakukan pemeriksaan secara lebih mendalam.

“Ketika diamankan, anak ini tampak syok dan lebih banyak menunduk. Kami berupaya menenangkan terlebih dahulu karena yang bersangkutan masih berstatus anak,” katanya.

Polda Sumbar menilai kondisi psikologis RGJ menjadi aspek penting yang harus diperhatikan dalam proses penanganan kasus. Dugaan bahwa pelaku juga merupakan korban tekanan sosial di lingkungan sekolah akan menjadi bagian dari rangkaian penyelidikan yang sedang berlangsung.

Baca Juga: Pemerintah Tak Akan Naikkan Pajak, Menkeu Purbaya Ungkap Strategi Baru Dongkrak Penerimaan Negara

Di sisi lain, kepolisian berkomitmen memperkuat upaya pencegahan bullying di lingkungan pendidikan.

Salah satu langkah yang akan dilakukan adalah menggelar edukasi dan penyuluhan ke berbagai sekolah di Sumatera Barat guna meningkatkan kesadaran siswa tentang pentingnya saling menghormati dan menghindari tindakan perundungan.

Halaman:

Editor: Cristina Jeany Malonda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X