Gebrakan Menkeu! Berburu Pajak ke Sektor Digital dan Ekonomi Bayangan Tanpa Kerek Tarif

Photo Author
- Rabu, 15 Juli 2026 | 09:15 WIB
Menteri Keuangan RI - Purbaya Yudhi Sadewa (Foto : instagram/menkeuri)
Menteri Keuangan RI - Purbaya Yudhi Sadewa (Foto : instagram/menkeuri)

INSIBERNEWS - Menteri Keuangan Republik Indonesia, Purbaya Yudhi Sadewa, baru saja mengungkap gebrakan terbarunya untuk menggenjot penerimaan negara.

Alih-alih membebani masyarakat dengan kebijakan kenaikan tarif pajak yang kerap memicu polemik, pemerintah kini memilih jalan yang lebih elegan dan sistematis.

Langkah strategis ini diyakini mampu memperluas basis perpajakan secara masif tanpa harus mencekik warga dan pelaku usaha yang selama ini sudah taat aturan.

Senjata utama yang tengah disiapkan oleh Kementerian Keuangan untuk merealisasikan target tersebut adalah optimalisasi pemanfaatan mahadata (big data).

Selain itu, pemerintah akan segera mengimplementasikan sistem teknologi informasi perpajakan termutakhir yang dikenal dengan sebutan Coretax. Inovasi digital canggih ini dirancang khusus untuk melacak perputaran uang secara lebih akurat, terintegrasi, dan tentunya sangat transparan.

Baca Juga: Kabar Gembira! Prabowo Pangkas Harga BBM Kapal Nelayan Jadi Rp15 Ribu Tanpa Sedot APBN

Melalui pertukaran data yang mulus lintas instansi, radar perpajakan kini tidak lagi hanya menyasar pekerja formal, tetapi mulai diarahkan ke ekosistem yang lebih luas.

Fokus perburuan potensi pajak ke depan akan menyasar para pelaku ekonomi digital, sektor informal yang terus berkembang pesat, hingga aktivitas shadow economy yang perputaran uangnya bernilai fantastis namun sering kali luput dari pantauan fiskal.

"Dalam jangka menengah, strategi perpajakan diarahkan pada perluasan basis, tanpa semata-mata menaikkan tarif melalui pemanfaatan data dan teknologi untuk menjangkau ekonomi digital, shadow economy, dan sektor informal," ucap Purbaya saat memberikan penjelasan resmi dalam Rapat Paripurna DPR RI, Selasa (14/7/2026).

Ekspansi jaring pendapatan ini rupanya tidak hanya berhenti pada ranah pajak domestik semata. Purbaya memastikan bahwa reformasi struktural juga akan menyapu sektor kepabeanan dan cukai yang selama ini menjadi salah satu pilar vital penopang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di setiap tahunnya.

Baca Juga: FIFA Buka Peluang Piala Dunia 2030 Diikuti 64 Tim, Infantino: Semua Negara Berhak Bermimpi

Guna mewujudkan hal tersebut, digitalisasi layanan di berbagai pintu masuk negara akan terus diperkuat secara intensif guna menutup celah penyelundupan barang maupun kebocoran penerimaan.

Pengawasan operasional di lapangan bakal dibarengi dengan tindakan tegas tanpa kompromi serta pelaksanaan proses audit berkala yang jauh lebih ketat dari prosedur sebelumnya.

Lewat perombakan ekosistem yang terintegrasi ini, pemerintah sangat berharap postur keuangan negara ke depannya bakal semakin sehat, kuat, dan mandiri. Keberhasilan transformasi perpajakan digital ini diproyeksikan tak sekadar menebalkan pundi-pundi kas negara, melainkan juga menghadirkan iklim keadilan ekonomi di mana setiap individu maupun korporasi berkontribusi secara proporsional.***

Halaman:

Editor: Varin Vaprilia Caroline

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X