Habis Jadi Abu, Begini Cerita Walikota Los Angeles dan Reporter Soal Kebakaran yang Hanguskan Kota Terkaya Ke-3 di Dunia

Photo Author
Cristina Jeany Malonda, Insibernews
- Sabtu, 11 Januari 2025 | 22:14 WIB
Korban jiwa berjatuhan pada kebakaran di Los Angeles (Akun X @stillgray)
Korban jiwa berjatuhan pada kebakaran di Los Angeles (Akun X @stillgray)

Ia mengaku, jika api seperti mencari tumbal dalam kelaparan, dan tercatat sebagai kebakaran paling merusak dalam sejarah Los Angeles.

Kebakaran ini telah membuat 28.000 hektar tanah yang dulunya hijau menjadi lautan api beserta menjadikan ribuan bangunan hancur.

Hampir 180.000 orang dipaksa mengungsi sementara 200.000 lainnya hidup dalam bayang-bayang ketakutan menunggu giliran mereka untuk dievakuasi.

Baca Juga: Awalnya ke Toilet, Lolly Putri Nikita Mirzani Kabur dari Safe House, Ngaku Tak Betah Disatukan dengan Penderita HIV dan Open BO

Bahkan, para peneliti berani mengatakan bahwa peristiwa ini menjadi sejarah Amerika Serikat dengan kerugian mencapai 150 miliar dolar.

Angka ini menutup rekor kerugian 30 miliar dollar yang disebabkan oleh kebakaran di California dan kebakaran lainnya pada tahun 2018.

Kabel listrik yang terputus berserakan di jalanan, membakar mobil-mobil yang ditinggalkan oleh pemiliknya, aroma asap tebal menusuk hidung dan menyesakkan setiap nafas penduduk yang memakai masker, bagai hantu di kota mati menatap nanar sisa-sisa rumah mereka yang telah hancur lebur.

Angin kencang telah menyebarkan api, di tanah kering kerontang, tanpa setetes hujanpun selama berbulan-bulan.

Baca Juga: Hasto Kristiyanto Ditetapkan Tersangka Korupsi, Megawati Nilai PDI Perjuangan Dipermainkan

Kemudian sejak Senin malam api mengamuk tanpa henti, membakar lebih dari 11 KM persegi kota, taman bersejarah negara bagian Roger dan Sami yang dulunya tempat wisata yang indah, kini hanya tinggal puing-puing yang menghitam.

Wali kota Los Angeles dengan wajah tegang dan suara bergetar mengatakan, dalam Konferensi pers, "Bahwa bencana terburuk belum berakhir, dan meminta kepada semua orang untuk tetap waspada karena maut masih mengintai di balik asap dan api," ungkapnya.

Selanjutnya, wali kota menceritakan, "Dulunya tempat ini, adalah area orang-orang berolahraga, simbol industri hiburan, kini terancam api yang terus mendekat. Kebakaran ini, salah satu yang paling mematikan telah membakar sekitar 4.200 hektar di sini," tuturnya.

Baca Juga: Ide Pantry Multifungsi Minimalis untuk Dapur Kecil, Solusi Praktis yang Tetap Estetik

"Kehancuran yang mengerikan lebih dari 100.000 Orang kehilangan tempat tinggal, infrastruktur hancur, listrik padam meninggalkan ribuan rumah dalam kegelapan selama berhari-hari," sebutnya.

"Dulunya kota ini, merupakan simbol kemewahan dan kemajuan, tiba-tiba terluka sangat parah, merenggut segalanya, mulai dari kehidupan, harta benda serta harapan telah jatuh ke dalam neraka api. Warga Los Angeles yang melarikan diri dari api mencari perlindungan di tempat penampungan sementara dengan wajah-wajah yang dipenuhi ketakutan serta ketidakpastian," tambahnya.

Halaman:

Editor: Cristina Jeany Malonda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X