Menteri PKP Usulkan Porsi FLPP Dibagi Rata: Beban Negara Ringan, Manfaat Lebih Luas

Photo Author
- Selasa, 24 Desember 2024 | 10:41 WIB
Menteri PKP Usulkan Porsi FLPP Dibagi Rata: Beban Negara Ringan, Manfaat Lebih Luas (Foto : istimewa)
Menteri PKP Usulkan Porsi FLPP Dibagi Rata: Beban Negara Ringan, Manfaat Lebih Luas (Foto : istimewa)

INSIBERNEWS - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, atau yang akrab disapa Ara, mengajukan usulan baru terkait skema pembiayaan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dengan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).

Ia mengusulkan agar proporsi tanggung jawab pembiayaan FLPP dibagi rata, yaitu 50 persen dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan 50 persen dari perbankan.

Baca Juga: Polandia Siap Tangkap Netanyahu Jika Hadiri Peringatan Pembebasan Auschwitz

Langkah ini diharapkan mampu meringankan beban fiskal negara sekaligus memperluas cakupan program.

Ara menjelaskan bahwa saat ini pemerintah menanggung 75 persen dari total penyaluran KPR FLPP, sementara perbankan hanya menanggung 25 persen.

Dengan pembagian yang lebih seimbang, diharapkan lebih banyak masyarakat dapat menikmati program ini.

Baca Juga: Andi Agtas Jelaskan Pernyataan Prabowo Soal Koruptor: Bukan untuk Membebaskan Pelaku

"Kita tahu sekarang ada isu kemampuan fiskal negara, jadi dengan skema 50:50, beban negara berkurang, dan programnya bisa menjangkau lebih banyak orang," ujar Ara dalam acara di Auditorium Kementerian Pekerjaan Umum, Senin (23/12/2024).

Baca Juga: Harvey Moeis Divonis 6,5 Tahun Penjara, Terbukti Korupsi dan Cuci Uang Tata Niaga Timah

Dalam penilaiannya, Ara menyoroti bahwa angka kredit macet (non-performing loan/NPL) untuk KPR FLPP tergolong sangat rendah. Bahkan, beberapa bank mencatatkan angka kredit macet hanya sebesar 1 persen, atau bahkan nihil.

Hal ini menjadi alasan bagi Ara untuk meyakinkan pihak perbankan agar tidak ragu meningkatkan kontribusinya.

Baca Juga: Donald Trump Beri Sinyal Dukung TikTok Bertahan di Amerika Serikat

"Perbankan tidak perlu khawatir. Data menunjukkan kredit macet rendah, konsumen puas, dan bank juga mendapat manfaat. Kalau sistemnya sudah berjalan baik, kenapa tidak kita tingkatkan?" tegasnya.

Lebih jauh, Ara optimis bahwa skema pembagian tanggung jawab yang lebih proporsional ini akan memberikan dampak positif bagi masyarakat luas.

Halaman:

Editor: Varin Vaprilia Caroline

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X