Polandia Siap Tangkap Netanyahu Jika Hadiri Peringatan Pembebasan Auschwitz

Photo Author
- Selasa, 24 Desember 2024 | 08:00 WIB
Benjamin Netanyahu - Perdana Menteri Israel (Foto : Abir Sultan/AFP via getty images)
Benjamin Netanyahu - Perdana Menteri Israel (Foto : Abir Sultan/AFP via getty images)

INSIBERNEWS - Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, berpotensi menghadapi penangkapan jika memutuskan menghadiri peringatan 80 tahun pembebasan kamp Auschwitz di Polandia bulan depan.

Wakil Menteri Luar Negeri Polandia, Wladyslaw Bartoszewski, menegaskan bahwa negaranya, sebagai anggota Statuta Roma, memiliki kewajiban untuk menegakkan keputusan Pengadilan Kriminal Internasional (ICC).

Baca Juga: Arab Saudi Tekankan Palestina Sebagai Syarat Normalisasi Hubungan dengan Israel

Pada November lalu, ICC mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk Netanyahu dan mantan Menteri Pertahanan Israel, Yoav Gallant, atas dugaan kejahatan perang terkait konflik yang berlangsung di Gaza.

Netanyahu dan Gallant dituduh menggunakan kelaparan sebagai senjata perang, termasuk merampas akses warga sipil Gaza terhadap makanan, air, dan obat-obatan.

Baca Juga: Mengerikan! Serangan Brutal Israel di Gaza Kembali Menelan Banyak Korban, 19 Tewas dalam 2 Hari!

Jaksa ICC menyatakan bahwa tindakan tersebut melanggar hukum internasional dan tidak memiliki justifikasi kebutuhan militer yang sah.

Warsawa, sebagai salah satu dari 27 negara Uni Eropa yang menjadi pihak dalam Statuta Roma, menyatakan siap mematuhi arahan ICC jika Netanyahu hadir di wilayahnya.

Baca Juga: Netanyahu Tegaskan Pasukan Israel Akan Tetap Bertahan di Zona Penyangga Golan hingga Ada Pengaturan Keamanan Baru

Namun, pemerintah Israel tampaknya menyadari risiko ini. Menurut laporan Jerusalem Post, Menteri Pendidikan Israel, Yoav Kisch, diperkirakan akan menjadi satu-satunya pejabat tinggi yang mewakili Israel dalam acara tersebut. Sementara itu, partisipasi Presiden Isaac Herzog dinilai kecil kemungkinannya.

Baca Juga: Serangan Udara Israel di Gaza Tewaskan 22 Warga Palestina, Termasuk Anak-anak dan Perempuan

Meski demikian, tanggapan terhadap surat perintah ICC di Uni Eropa sendiri beragam. Beberapa negara anggota menunjukkan dukungan penuh pada keputusan tersebut, sementara lainnya terlihat lebih berhati-hati dalam menanggapi.

Isu ini menjadi perdebatan panas di panggung internasional, mengingat sensitivitas konflik Gaza dan dampaknya terhadap hubungan diplomatik Israel dengan negara-negara Eropa.

Baca Juga: Drone Houthi Serang Kota Yavne, Israel: Iron Dome Gagal Deteksi

Halaman:

Editor: Varin Vaprilia Caroline

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X