INSIBERNEWS - Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, berpotensi menghadapi penangkapan jika memutuskan menghadiri peringatan 80 tahun pembebasan kamp Auschwitz di Polandia bulan depan.
Wakil Menteri Luar Negeri Polandia, Wladyslaw Bartoszewski, menegaskan bahwa negaranya, sebagai anggota Statuta Roma, memiliki kewajiban untuk menegakkan keputusan Pengadilan Kriminal Internasional (ICC).
Baca Juga: Arab Saudi Tekankan Palestina Sebagai Syarat Normalisasi Hubungan dengan Israel
Pada November lalu, ICC mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk Netanyahu dan mantan Menteri Pertahanan Israel, Yoav Gallant, atas dugaan kejahatan perang terkait konflik yang berlangsung di Gaza.
Netanyahu dan Gallant dituduh menggunakan kelaparan sebagai senjata perang, termasuk merampas akses warga sipil Gaza terhadap makanan, air, dan obat-obatan.
Baca Juga: Mengerikan! Serangan Brutal Israel di Gaza Kembali Menelan Banyak Korban, 19 Tewas dalam 2 Hari!
Jaksa ICC menyatakan bahwa tindakan tersebut melanggar hukum internasional dan tidak memiliki justifikasi kebutuhan militer yang sah.
Warsawa, sebagai salah satu dari 27 negara Uni Eropa yang menjadi pihak dalam Statuta Roma, menyatakan siap mematuhi arahan ICC jika Netanyahu hadir di wilayahnya.
Namun, pemerintah Israel tampaknya menyadari risiko ini. Menurut laporan Jerusalem Post, Menteri Pendidikan Israel, Yoav Kisch, diperkirakan akan menjadi satu-satunya pejabat tinggi yang mewakili Israel dalam acara tersebut. Sementara itu, partisipasi Presiden Isaac Herzog dinilai kecil kemungkinannya.
Baca Juga: Serangan Udara Israel di Gaza Tewaskan 22 Warga Palestina, Termasuk Anak-anak dan Perempuan
Meski demikian, tanggapan terhadap surat perintah ICC di Uni Eropa sendiri beragam. Beberapa negara anggota menunjukkan dukungan penuh pada keputusan tersebut, sementara lainnya terlihat lebih berhati-hati dalam menanggapi.
Isu ini menjadi perdebatan panas di panggung internasional, mengingat sensitivitas konflik Gaza dan dampaknya terhadap hubungan diplomatik Israel dengan negara-negara Eropa.
Baca Juga: Drone Houthi Serang Kota Yavne, Israel: Iron Dome Gagal Deteksi
Artikel Terkait
Trump Janji Tetapkan Kebijakan Dua Jenis Kelamin, Tolak Pengenalan Identitas Transgender
Polemik PPN 12 Persen: PDIP Minta Pengkajian Ulang, Tidak Ingin Ada Persoalan Baru
Banjir Hujatan Netizen! Pria Ini Akhirnya Minta Maaf Usai Sebar Hoax Uang Palsu ATM BRI Demi Viral
Jelang Perayaan Nataru, Polsek dan Koramil di Purwakarta Siap Bersinergi Dalam Ops Lilin Lodaya 2024
Imbas dari Pj Gubernur Jabar Tolak UMSK, Ribuan Buruh Purwakarta Gelar Aksi Demo
Pengamanan Nataru, Personel Polsek Bungursari Kawal Ibadah Gereja
Pemkab Purwakarta Antusias Giat Penyerahan Piagam Penghargaan Ombudsman Kios-K UPP Terbaik, Berikut Ini Daftarnya
Korban Tewas Alami Pendarahan Parah Bagian Kepala, Akibat Kecelakaan Tol Cipularang KM 96
Operasi Lilin Lodaya 2024, Polsek Cibatu Gelar Patroli Malam
Warga Karawang Geger! Ditemukan Mayat Pria Tanpa Identitas yang Nyangkut di tumpukan Eceng Gondok