INSIBERNEWS - Insiden terbaru di Jalur Gaza kembali menggetarkan dunia internasional. Pada 9 dan 10 Desember 2023, serangan udara dan operasi militer Israel menewaskan sedikitnya 19 warga Palestina.
Serangan ini terjadi saat tank-tank Israel bergerak lebih jauh ke wilayah tengah dan selatan Gaza, memperburuk situasi yang sudah sangat genting.
Serangan Berdarah di Beberapa Titik di Gaza
Petugas medis melaporkan bahwa serangan udara Israel di Beit Hanoun, sebuah daerah di Gaza utara, menewaskan setidaknya 10 orang pada malam hari.
Serangan ini terjadi di sebuah gedung bertingkat yang menjadi sasaran, dan puluhan orang lainnya juga mengalami luka-luka. Sebagian besar korban adalah warga sipil yang tidak terlibat dalam konflik, yang hanya bisa pasrah dengan peristiwa tragis ini.
Sementara itu, di kamp pengungsi Nuseirat yang terletak di Gaza tengah, sebuah serangan udara lainnya menewaskan tujuh orang. Beberapa orang lainnya terluka, dengan kondisi yang sangat kritis.
Tak jauh dari situ, di kota Rafah di bagian selatan Gaza, serangan lain menelan korban dua jiwa. Ini menunjukkan betapa meluasnya dampak serangan ini, yang tidak hanya menghancurkan infrastruktur tapi juga mengorbankan banyak nyawa.
Baca Juga: Aliansi Santri Jalanan Aksi di Yogyakarta, Dukung Miftah Tetap Menjabat Utusan Khusus Presiden
Kehidupan Warga Gaza dalam Teror yang Tak Berujung
Kondisi di Gaza semakin suram dengan semakin banyaknya korban jiwa.
Sejak dimulainya serangan besar-besaran Israel pada Oktober 2023, lebih dari 44.700 warga Palestina dilaporkan tewas, sementara lebih dari 250 orang Israel disandera dalam serangan yang dilakukan oleh kelompok Hamas.
Ketegangan ini terus berlanjut, dan dengan setiap serangan baru, angka korban terus meningkat.
Baca Juga: Sayuran Hijau dan Asam Urat: Apakah Benar Harus Dihindari?
Sebuah Seruan untuk Perdamaian
Artikel Terkait
Kasus Penembakan Siswa di Semarang, Aipda Robig Zaenuddin Resmi Jadi Tersangka dan Dipecat
Israel Lancarkan Lebih dari 100 Serangan Udara ke Suriah, Fokus pada Senjata Kimia dan Rudal Jarak Jauh
Bukan Menggantikan Peran Manusia, BRI Gunakan AI Untuk Tingkatkan Produktivitas
Bendera Baru Suriah Menggantikan Simbol Rezim Assad, Menandai Era Baru Bagi Negeri ini
Serangan Udara Israel di Gaza Tewaskan 22 Warga Palestina, Termasuk Anak-anak dan Perempuan
Joe Biden Sambut Lengsernya Bashar Assad, Namun Ingatkan Tentang Risiko Keamanan di Suriah
Kritik Tajam Untuk Pemerintahan Yoon Suk Yeol: Tuduhan Kudeta Kedua dan Ketidakpatuhan Konstitusi
Sayuran Hijau dan Asam Urat: Apakah Benar Harus Dihindari?