Presiden Iran Vetoi Undang-Undang Hijab Ketat, Tantang Kelompok Garis Keras

Photo Author
- Kamis, 19 Desember 2024 | 10:23 WIB
Ilustrasi Negara Iran (Foto : AP)
Ilustrasi Negara Iran (Foto : AP)

Jika Pezeshkian gagal menahan tekanan kelompok garis keras, maka arah kebijakan moderat yang dijanjikan selama kampanye bisa terancam.

Keputusan ini menjadi ujian besar bagi presiden yang berusaha menjaga keseimbangan antara reformasi sosial dan tekanan politik dari kelompok konservatif.

Baca Juga: Australia Tarik Indomie dari Pasaran: Dua Varian Bermasalah dengan Kandungan Alergen

Pola penolakan terhadap aturan hijab ketat semakin kuat di kalangan perempuan, terutama di kota-kota besar Iran. Banyak wanita yang menuntut kebebasan untuk memilih pakaian mereka, yang menunjukkan adanya pergeseran nilai di kalangan masyarakat Iran modern.

Keputusan Presiden Pezeshkian untuk memblokir undang-undang ini menggambarkan pertarungan ideologi yang semakin intens, yang akan terus mempengaruhi masa depan kebijakan di negara yang sedang berada di persimpangan jalan antara tradisi dan modernitas.

Halaman:

Editor: Varin Vaprilia Caroline

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X