INSIBERNEWS - Siapa yang tak kenal dengan Yati Pesek? Seorang seniman legendaris yang telah berkarir sejak muda, dan kini menginjak usia 72 tahun. Sebagai seorang sinden, Yati telah mengabdikan hidupnya untuk seni dan budaya.
Namun, siapa sangka, di balik dedikasinya yang luar biasa, Yati pernah mendapatkan perlakuan yang sangat mengecewakan dari seorang tokoh yang cukup terkenal: Gus Miftah.
Momen tak mengenakkan ini sebenarnya terjadi dua tahun lalu, namun baru-baru ini kembali mencuat ke publik setelah video viral yang memperlihatkan ejekan Gus Miftah terhadap Yati.
Video ini kembali jadi sorotan setelah polemik video Miftah yang menyinggung tukang es. Lalu, apa yang sebenarnya terjadi antara Miftah dan Yati Pesek? Yuk, simak ceritanya!
Miftah Ejek Yati Pesek
Dalam video lawas yang kini kembali viral, Gus Miftah terlihat melontarkan ejekan yang sangat tidak pantas kepada Yati Pesek, terutama mengenai penampilan fisik dan usianya yang sudah tak muda lagi.
"Saya bersyukur Bude Yati jelek, makanya jadi sinden. Kalau cantik kan nanti jadi lont*. Saya bisa keracunan, soalnya susunya sudah kadaluarsa," ucap Miftah dalam video tersebut.
Kata-kata ini tentu saja sangat mengejutkan, karena Yati adalah seorang seniman yang telah lama mengabdikan dirinya dalam dunia seni tradisional, khususnya wayang.
Bagaimana bisa seorang Miftah, yang juga dikenal sebagai seorang tokoh agama dan pendakwah, melontarkan kata-kata yang seperti itu?
Baca Juga: Perpecahan di IRGC Terungkap Setelah Kejatuhan Assad di Suriah: Iran Tuding AS di Balik Kekalahan
Yati Pesek Kecewa dan Diam, Tapi Tidak Lupa Doa
Setelah kejadian itu, Yati tentu saja merasa sangat terluka. Dalam sebuah rekaman suara yang dibagikan oleh Erick Estrada, seorang aktor yang sangat dekat dengan Yati, terdengar jelas betapa kecewanya Yati dengan perlakuan Miftah.
"Dari kecil aku jadi seniman, sampai tua benar-benar menjaga budaya dan tata krama. Tapi kenapa aku dikatain gitu? Dikata-katain b**n, l*e, salah aku tuh apa?" ucap Yati dalam pesan suara tersebut dengan nada yang sangat sedih.
Meski begitu, Yati memilih untuk diam. Ia mengaku, walaupun hatinya terasa sakit, dia tidak ingin memperkeruh keadaan. "Aku cuma diam saja, walau hatiku rasanya sakit banget," ujar Yati.
Tak hanya itu, Yati juga menegaskan bahwa ia tidak pernah meminta bayaran untuk tampil di acara tersebut. "Aku enggak pernah minta bayaran, karena mauku itu untuk mencari ilmu, tapi malah diperlakukan seperti itu," tambah Yati.
Kendati demikian, meskipun kecewa, Yati tetap menunjukkan sikap yang luar biasa bijaksana. Dalam unggahan di media sosial, Yati mendoakan agar semua orang yang memperlakukannya dengan buruk diberikan kesehatan dan keselamatan. "Semoga semuanya sehat dan selamat. Ibu didoakan sehat selalu ya, le," tulis Yati.
Baca Juga: Korea Utara Sebut Dekrit Darurat Militer Korsel Sebagai Tindakan Fasis Rezim Yoon Suk Yeol
Artikel Terkait
UMP DKI Jakarta 2025 Naik 6,5 Persen, Kini Jadi Rp5,39 Juta
Ratusan Pemain Sepak Bola Tewas, Termasuk Dua Bersaudara Berbakat
Apple Siap Investasi Besar di Indonesia, iPhone 16 Jadi Bisa Dijual
Serahkan DIPA 2025, Puan Maharani Ingatkan Pentingnya Anggaran untuk Rakyat
Pendaftaran SNPMB 2025 Dibuka, Tiga Jalur Seleksi untuk Masuk PTN
SNPMB 2025: Panduan Pendaftaran dan Bantuan KIP Kuliah Untuk Calon Mahasiswa Kurang Mampu
Korea Utara Sebut Dekrit Darurat Militer Korsel Sebagai Tindakan Fasis Rezim Yoon Suk Yeol
Perpecahan di IRGC Terungkap Setelah Kejatuhan Assad di Suriah: Iran Tuding AS di Balik Kekalahan