Perpecahan di IRGC Terungkap Setelah Kejatuhan Assad di Suriah: Iran Tuding AS di Balik Kekalahan

Photo Author
Adi Sutiyawan, Insibernews
- Rabu, 11 Desember 2024 | 16:49 WIB
Perpecahan di IRGC Terungkap Setelah Kejatuhan Assad di Suriah: Iran Tuding AS di Balik Kekalahan (Photo : SANA Via AP)
Perpecahan di IRGC Terungkap Setelah Kejatuhan Assad di Suriah: Iran Tuding AS di Balik Kekalahan (Photo : SANA Via AP)

INSIBERNEWS - Kehancuran kekuasaan Presiden Bashar al-Assad di Suriah menimbulkan ketegangan hebat di antara para perwira militer elite Iran, khususnya dalam Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).

Seorang pejabat tinggi yang memilih untuk tidak mengungkapkan identitasnya mengungkapkan bahwa kekalahan rezim al-Assad akibat serangan pemberontak Hay'at Tahrir al-Sham (HTS) telah menyebabkan perpecahan internal yang tajam dalam tubuh militer Iran.

Baca Juga: Korea Utara Sebut Dekrit Darurat Militer Korsel Sebagai Tindakan Fasis Rezim Yoon Suk Yeol

Menurut pejabat tersebut, suasana di kalangan perwira IRGC menjadi sangat tegang, dengan banyak di antara mereka yang saling menyalahkan atas kegagalan mereka dalam mendukung Assad.

Militer Iran, yang selama ini telah menggelontorkan miliaran dolar untuk memperkuat posisi Assad, kini merasa dikhianati.

Baca Juga: SNPMB 2025: Panduan Pendaftaran dan Bantuan KIP Kuliah Untuk Calon Mahasiswa Kurang Mampu

Mereka sebelumnya menganggap Assad sebagai bagian dari "poros perlawanan" yang dipimpin oleh Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.

"Suasananya sangat kacau. Ada yang hampir saling berkelahi, berteriak, bahkan menendang tong sampah. Tidak ada yang mau bertanggung jawab atas kegagalan ini," kata pejabat tersebut menggambarkan situasi internal IRGC setelah kehancuran Assad.

Baca Juga: Pendaftaran SNPMB 2025 Dibuka, Tiga Jalur Seleksi untuk Masuk PTN

Ia juga menambahkan bahwa tidak ada yang pernah membayangkan bahwa Assad, yang telah bertahan selama 10 tahun, akhirnya akan melarikan diri.

Keadaan semakin buruk bagi Iran setelah faksi Hizbullah yang berbasis di Lebanon juga mengalami kekalahan dalam konfrontasi dengan militer Israel, memperburuk posisi Iran di kawasan tersebut.

Baca Juga: Serahkan DIPA 2025, Puan Maharani Ingatkan Pentingnya Anggaran untuk Rakyat

Beberapa pejabat tinggi Iran, termasuk Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi, kemudian mengklaim bahwa kemenangan pemberontak di Suriah merupakan bagian dari konspirasi besar yang dipimpin oleh Amerika Serikat (AS) dan negara-negara Barat untuk melemahkan "poros perlawanan" Iran.

Baca Juga: Apple Siap Investasi Besar di Indonesia, iPhone 16 Jadi Bisa Dijual

Halaman:

Editor: Adi Sutiyawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X