INSIBERNEWS - Pada Senin, 9 Desember 2024, pesawat tempur Israel melancarkan lebih dari 100 serangan udara yang menargetkan sejumlah fasilitas militer di Suriah.
Menurut laporan Rami Abdel Rahman, kepala Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (SOHR), serangan tersebut mencakup pusat penelitian ilmiah Barzah, yang diklaim menjadi salah satu lokasi pengembangan senjata kimia.
Baca Juga: Kasus Penembakan Siswa di Semarang, Aipda Robig Zaenuddin Resmi Jadi Tersangka dan Dipecat
Militer Israel mengonfirmasi bahwa serangan ini bertujuan untuk menghancurkan kemampuan militer rezim Bashar al-Assad yang sudah runtuh, termasuk fasilitas senjata kimia dan basis rudal jarak jauh.
Menteri Luar Negeri Israel, Gideon Saar, menyatakan bahwa Pasukan Pertahanan Israel (IDF) melancarkan serangan udara untuk menghalangi kemungkinan jatuhnya senjata canggih ke tangan kelompok militan atau musuh yang berpotensi mengancam Israel.
Baca Juga: Masjid IKN Bakal Jadi Masjid Negara, Gantikan Istiqlal
“Keamanan Israel dan warganya adalah prioritas utama kami,” tegasnya. Serangan ini juga menargetkan fasilitas yang diduga berhubungan dengan persenjataan strategis rezim Assad.
Selain itu, serangan udara Israel juga dilaporkan terjadi di dekat Bandara Militer Mezzeh, yang terletak di barat daya Damaskus.
Baca Juga: Lolos Uji Emisi Diusulkan Jadi Syarat Perpanjangan STNK, Langkah Baru Tekan Polusi Udara
Bandara ini dikenal sebagai salah satu fasilitas yang sering menjadi sasaran serangan udara Israel.
Walaupun serangan tersebut tidak secara langsung mengungkapkan siapa yang bertanggung jawab, ini menjadi bagian dari serangkaian serangan Israel dalam beberapa tahun terakhir yang menargetkan fasilitas yang terkait dengan kelompok Hizbullah yang bersekutu dengan Iran.
Baca Juga: Vietnam Perpanjang Diskon Pajak Jadi 8 Persen Demi Dorong Ekonomi, Berlaku hingga Juni 2025
Israel telah melancarkan ratusan serangan udara di Suriah selama bertahun-tahun.
Serangan-serangan ini, yang sebagian besar menyasar fasilitas militer dan lokasi yang diduga digunakan oleh kelompok militan, merupakan bagian dari kebijakan Israel untuk mencegah masuknya senjata yang dapat mengancam keamanannya.
Artikel Terkait
Buktikan! 7 Trik Melamar Kerja Online agar Cepat Dapat Panggilan Wawancara
Jangan Biarkan Susah Tidur Mengganggu Kesehatanmu! 7 Tips Agar Tidur Lebih Berkualitas
10 Pertanyaan Wawancara Kerja yang Sering Ditanyakan dan Cara Terbaik Menjawabnya Agar Diterima!
Berteman Baik Dengan Nikita Mirzani, Anaknya Pernah Pacaran Dengan Lolly, Olla Ramlan Sebut Tak Pernah Ada Masalah Dengan Nikmir
Prabowo Dorong Swasembada Pangan sebagai Kunci Pengendalian Inflasi di Masa Depan
Vietnam Perpanjang Diskon Pajak Jadi 8 Persen Demi Dorong Ekonomi, Berlaku hingga Juni 2025
Lolos Uji Emisi Diusulkan Jadi Syarat Perpanjangan STNK, Langkah Baru Tekan Polusi Udara
Masjid IKN Bakal Jadi Masjid Negara, Gantikan Istiqlal
Kasus Penembakan Siswa di Semarang, Aipda Robig Zaenuddin Resmi Jadi Tersangka dan Dipecat
Jessica Iskandar Sebut Kelahiran Anak ke-3 nya Pengalaman Indah dan Luar Biasa Meskipun Sempat Alami Pendarahan