INSIBERNEWS - Iran melakukan serangan kepada Israel pada Selasa (1/10/2024) dengan setidaknya 181 rudal balistik.
Serangan yang dilakukan oleh Iran kepada Israel ini terjadi pada malam hari yang mengguncang Yerusalem dan Sungai Yordan.
Serangan Iran kepada Israel ini merupakan sebuah respon akibat meninggalnya pemimpin Hizbullah oleh serangan Israel.
Baca Juga: Akhirnya IKN Dapat Suntikan Modal dari Investor Asing, Ternyata Ini Dampak Positif dan Negatifnya!
Sebelumnya, Israel telah menyerang Lebanon dengan serangan udara yang mengakibatkan 492 orang tewas.
Serangan yang dilakukan oleh Israel kepada Lebanon juga mengakibatkan 1.645 orang luka-luka.
Serangan dari Israel ini terjadi secara besar-besaran kepada Lebanon pada Senin (23/9/2024). Masyarakat Lebanon melakukan pengungsian akibat dari serangan Israel.
Baca Juga: Terungkap! Hasil Tes Urine Andrew Andika Positif Narkoba, Akui Karena Masalah Keluaga
Kebanyakan warga Lebanon mengungsi ke desa-desa yang dinilai lebih akan dan menjauhi Lebanon Selatan.
Karena Lebanon Selatan berbatasan langsung dengan Israel yang diklaim sebagai pangkalan paramiliter Hizbullah.
Serangan yang dilakukan oleh Israel ini tercatat sebagai serangan yang paling mematikan yang pernah Lebanon alami dalam beberapa dekade terakhir.
Baca Juga: Resmi Dilantik Jadi Anggota DPR, Varrel Bramasta Tak Mau Ambil Gaji Selama 1 Tahun, Ini Alasannya!
Alasan terjadinya serangan ini adalah karena sudah lama bersitegang dengan kelompok paramiliter Hizbullah.
Artikel Terkait
Serangan Israel ke Sekolah di Jalur Gaza: 22 Warga Palestina Tewas
Pasukan Israel Membunuh Puluhan Orang di Gaza Palestina saat Tank-Tank Masuki Rafah
Israel Serang Lebanon Melalui Serangan Udara, Tewaskan 492 Orang, Kenapa?
Serikat Pekerja Global Desak Israel Bayar Gaji Tertahan untuk 200 Ribu Pekerja Palestina
Tegas! Delegasi Indonesia Walk Out Saat Perdana Menteri Israel Pidato di Sidang PBB