Pj Gubernur Jakarta Heru Budi: Jelaskan Bahayanya Narkoba Bagi Pelajar, Apabila Bermain Judol dan Merokok KPJnya Akan Dicabut

Photo Author
A. Bima Putra, Insibernews
- Selasa, 6 Agustus 2024 | 09:22 WIB
PJ Gubernur Jakarta Heru Budi Penyuluhan Penyalahgunaan Narkoba Bagi Pelajar (Foto: Pemprov Jakarta)
PJ Gubernur Jakarta Heru Budi Penyuluhan Penyalahgunaan Narkoba Bagi Pelajar (Foto: Pemprov Jakarta)

INSIBERNEWS - Pj Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono memberikan sambutan dalam acara Penyuluhan Penyalahgunaan Narkoba bagi Pelajar di DKI Jakarta.

Acara yang diinisiasi Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi DKI Jakarta tersebut diikuti oleh 500 peserta dari 14 SMA dan SMK di Jakarta..

Baca Juga: Ribuah Orang Demo Menolak Ceramah KH Imaduddin di Gresik, Ini Alasannya

Di hadapan ratusan siswa sekolah se-DKI Jakarta, Pj. Gubernur Heru menekankan, Pemprov DKI Jakarta berkomitmen memberikan yang terbaik bagi generasi muda untuk menyiapkan generasi emas 2045.

Salah satu yang menjadi perhatian tentang larangan merokok, untuk para siswa, termasuk rokok elektrik/vape.

"Dari hasil data yang ada, Indonesia (masuk) peringkat ketiga dunia yang warganya merokok. Yang pertama kalau nggak salah Cina, kedua India, dan ketiga adalah Indonesia.

Maka dari itu kita bersama-sama dengan seluruh lapisan, kami Pemprov DKI Jakarta dan orang tua harus mencegah agar tidak merokok," ujarnya di Auditorium Gedung PKK Melati, Ragunan, Jakarta Selatan, pada Senin (5/8).

Baca Juga: Lokal Abis! Hyolyn Foto Depan Warung Sembako Untuk Comeback Solo

Secara lebih khusus, Pj. Gubernur Heru turut mengajak para orang tua untuk mendidik anaknya. Menurut Pj. Gubernur Heru, orang tua mempunyai peranan penting untuk mengawasi agar anak tidak terjerumus dalam perilaku negatif yang berawal dari kebiasaan kurang baik, seperti merokok.

“Beban kita sebagai orang tua sepertinya lebih berat. Karena rokok elektrik itu lebih berbahaya. Menurut saya lebih rentan untuk dimasukkan cairan-cairan yang memang tidak patut digunakan,” tambah Pj. Gubernur Heru.

Pj. Gubernur Heru menjelaskan, DKI Jakarta memiliki anggaran sebesar Rp 18,2 triliun untuk menjaga, membina, dan meningkatkan taraf hidup warga melalui social safety net.

Dana yang dikeluarkan salah satunya untuk Kartu Jakarta Pintar bagi pelajar yang kurang mampu, yang kini tercatat sebanyak 19 ribu warga telah merasakan manfaatnya.

Baca Juga: 10 Ide Desain Interior Kamar Tidur Gaya Minimalis Estetik Tampilan Modern

 

Halaman:

Editor: A. Bima Putra

Sumber: beritajakarta

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X