INSIBERNEWS - Kasus penganiayaan balita yang dilakukan oleh pemilik Daycare Wensen sudah dilaporkan sejak 29 Juli 2024 dan pelaku juga sudah ditangkap.
Tetapi netizen yang mengikuti kasus penganiayaan balita oleh pemilik Daycare ini masih saja geram.
Ditambah lagi orang tua korban mulai buka suara di media dan banyak fakta-fakta baru mengenai kasus penganiayaan balita oleh pemilik Daycare yang baru muncul.
Baca Juga: Ini Aksi Heroik Bhabinkamtibmas Cibatu Bantu Ibu Dan Anak Seberangkan Jalan
Salah satu korban dari penganiayaan ini adalah Baby K yang berumur 2 tahun.
Orang tua korban mengaku tidak menaruh kecurigaan pada guru-guru maupun pemilik Daycare.
Bahkan saat anaknya memiliki luka memar hingga demam pun orang tua korban tidak menaruh curiga adanya tindak kekerasan yang dilakukan orang dewasa.
Baca Juga: Deratan 10 Sayuran yang Bantu Banget Cegah Hair Loss Hingga Tua Nanti
Orang tua Baby K mengira memar di tubuh anaknya terjadi karena bertengkar dengan anak lain atau terjatuh.
Tapi kemudian guru-guru mulai curiga ketika Baby K selalu terlihat ketakutan dan menangis histeris ketika melihat pelaku.
Akhirnya guru-guru mengumpulkan bukti dan menemukan rekaman CCTV yang memperlihatkan pemilik Daycare melakukan penganiayaan.
Baca Juga: Mitos atau Fakta: Kupu-kupu Masuk Rumah Dipercaya Pertanda Akan Ada Tamu Yang Datang
“Alasan anak saya kenapa histeris terus ketika melihat si pelaku itu,” ungkap Ibunda Baby K.
Artikel Terkait
Alasan Pemilik Daycare Meita Irianti Aniaya Balita karena Khilaf
Pelaku Penganiayaan Anak di Daycare Depok Sering Bagikan Tips Parenting, Netizen Sindir : Ngomongnya Kaya Malaikat
Fakta-Fakta Terkini Pemilik Daycare Meita Irianty Ditahan Usai Aniaya Balita, Korban Mengalami Traumatik
Ditetapkan Jadi Tersangka, Pemilik Daycare Depok Meita Irianty Bungkam Seribu Bahasa
Manipulatif! Pemilik Daycare yang Beri Penganiayaan Balita Rela Lakukan Hal Ini untuk Tutupi Kejahatannya