INSIBERNEWS - Kisah miris dialami oleh beberapa orang tua yang menitipkan anaknya pada Daycare Wensen karena ternyata anaknya mendapat penganiayaan.
Karena para orang tua korban penganiayaan tersebut semula berniat menitipkan anaknya pada Daycare Wensen agar anak aman, tapi justru hal yang sebaliknya yang didapat.
Penganiayaan yang dilakukan oleh pemilik Daycare Wensen sendiri ini tentu membuat geram banyak pihak.
Baca Juga: Apa bedanya Tokocrypto (TKO) dan Binance (BNB) ? Cek PERBEDAANNYA disini
Bagaimana tidak, balita polos yang tidak bersalah menjadi objek kekerasan pemilik Daycare Wensen.
Dilansir INSIBERNEWS dari kanal YouTube CURHAT BANG Denny Sumargo (5/8/2024), Pengacara dan dua orang tua korban penganiayaan Daycare Wensen datang memberikan kesaksian yaitu orang tua Baby A dan orang tua Baby K.
Awalnya ibunda dari Baby K memiliki firasat tidak enak mengenai Daycare Wensen dan tidak ingin mendaftarkan anaknya di situ.
Baca Juga: Cegah Kebotakan di Masa Tua dengan Spa Rambut Alami Anti Hair Loss Ini
Tetapi ayah dari Baby K menyarankan untuk tetap mendaftar di Daycare Wensen karena selain terdapat Daycare, ada juga PAUD dan juga TK.
Sehingga anaknya bisa ikut kegiatan PAUD maupun TK yang berada di Wensen.
Ibunda Baby K menyampaikan bahwa biasanya pada sebuah Daycare akan difasilitasi CCTV yang bisa diakses oleh orang tua. Tetapi CCTV yang berada di Daycare Wensen hanya bisa diakses oleh owner dan guru.
Pada tanggal 24 Juli 2024, beberapa guru dari Wensen menghubungi orang tua Baby K untuk meminta bertemu secara langsung karena akan menyampaikan sesuatu yang penting.
Artikel Terkait
Terungkap! Ada Korban Lain Penganiayaan di Daycare Depo : Bayi Usia 7 Bulan
Alasan Pemilik Daycare Meita Irianti Aniaya Balita karena Khilaf
Pelaku Penganiayaan Anak di Daycare Depok Sering Bagikan Tips Parenting, Netizen Sindir : Ngomongnya Kaya Malaikat
Fakta-Fakta Terkini Pemilik Daycare Meita Irianty Ditahan Usai Aniaya Balita, Korban Mengalami Traumatik
Ditetapkan Jadi Tersangka, Pemilik Daycare Depok Meita Irianty Bungkam Seribu Bahasa