Sebelum itu, pelaku kekerasan alias owner Daycare Wensen memberi tahu para guru untuk menyampaikan kepada orang tua Baby K bahwa anaknya dikeluarkan dari Daycare karena terus menangis dan tidak ada perkembangan.
Kemudian jika orang tua Baby K tidak setuju maka harus membayar dengan bayaran dua kali lipat.
Baca Juga: Apa Yang Harus Dilakukan Jika Terlanjur Terjerat Pinjol Illegal?
Hal tersebut dilakukan pelaku penganiayaan karena Baby K selalu nangis dan histeris jika melihatnya.
Dikhawatirkan si anak akan mengadu ke orang tuanya bahwa dirinya dan temannya mengalami penganiayaan. Karena Baby K mengalami banyak perkembangan setelah memasuki Daycare, dari yang tadinya masih kesulitan untuk berbicara kemudian perlahan-lahan makin pintar untuk merangkai kata.
Dengan manipulatifnya, karena ketakutan kejahatannya akan terbongkar apabila korban sudah pandai bicara dan menyampaikannya ke orang tua, maka ia memilih untuk mengeluarkan anak tersebut.
Baca Juga: Tabrak Sana Sini! Berikut Fakta Bocah yang Nyetir Ugal-ugalan di Kemang
“Guru-guru juga bilang yang disampaikan oleh si Ketua Yayasan itu bohong dan kita disuruh untuk bohong untuk bilang ke orang tua,” ungkap orang tua Baby K.
“Sebenarnya anak ibu ngga bermasalah, ngga ada rewel ngga apa, tapi memang ketika ngelihat orang itu dia selalu nangis selalu histeris,” lanjutnya.
Artikel Terkait
Terungkap! Ada Korban Lain Penganiayaan di Daycare Depo : Bayi Usia 7 Bulan
Alasan Pemilik Daycare Meita Irianti Aniaya Balita karena Khilaf
Pelaku Penganiayaan Anak di Daycare Depok Sering Bagikan Tips Parenting, Netizen Sindir : Ngomongnya Kaya Malaikat
Fakta-Fakta Terkini Pemilik Daycare Meita Irianty Ditahan Usai Aniaya Balita, Korban Mengalami Traumatik
Ditetapkan Jadi Tersangka, Pemilik Daycare Depok Meita Irianty Bungkam Seribu Bahasa