Manipulatif! Pemilik Daycare yang Beri Penganiayaan Balita Rela Lakukan Hal Ini untuk Tutupi Kejahatannya

Photo Author
Awit Wiarni, Insibernews
- Senin, 5 Agustus 2024 | 15:14 WIB
Orang tua balita yang jadi korban penganiayaan Daycare Wensen buka suara (YouTube/CURHAT BANG Denny Sumargo)
Orang tua balita yang jadi korban penganiayaan Daycare Wensen buka suara (YouTube/CURHAT BANG Denny Sumargo)

Sebelum itu, pelaku kekerasan alias owner Daycare Wensen memberi tahu para guru untuk menyampaikan kepada orang tua Baby K bahwa anaknya dikeluarkan dari Daycare karena terus menangis dan tidak ada perkembangan.

Kemudian jika orang tua Baby K tidak setuju maka harus membayar dengan bayaran dua kali lipat.

Baca Juga: Apa Yang Harus Dilakukan Jika Terlanjur Terjerat Pinjol Illegal?

Hal tersebut dilakukan pelaku penganiayaan karena Baby K selalu nangis dan histeris jika melihatnya.

Dikhawatirkan si anak akan mengadu ke orang tuanya bahwa dirinya dan temannya mengalami penganiayaan. Karena Baby K mengalami banyak perkembangan setelah memasuki Daycare, dari yang tadinya masih kesulitan untuk berbicara kemudian perlahan-lahan makin pintar untuk merangkai kata.

Dengan manipulatifnya, karena ketakutan kejahatannya akan terbongkar apabila korban sudah pandai bicara dan menyampaikannya ke orang tua, maka ia memilih untuk mengeluarkan anak tersebut.

Baca Juga: Tabrak Sana Sini! Berikut Fakta Bocah yang Nyetir Ugal-ugalan di Kemang

“Guru-guru juga bilang yang disampaikan oleh si Ketua Yayasan itu bohong dan kita disuruh untuk bohong untuk bilang ke orang tua,” ungkap orang tua Baby K.

“Sebenarnya anak ibu ngga bermasalah, ngga ada rewel ngga apa, tapi memang ketika ngelihat orang itu dia selalu nangis selalu histeris,” lanjutnya.

Halaman:

Editor: Awit Wiarni

Sumber: YouTube Denny Sumargo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X