Penguatan Kebangsaan Di lingkungan Kampus, BNPT perkuat Public Resilience Dari Radikalisme Terorisme

Photo Author
A. Supardi, Insibernews
- Kamis, 4 Juli 2024 | 21:37 WIB
Foto Bersama Dalam Acara Kegiatan BNPT di Kampus UIN Serang Banten (foto: A. Supardi/ INSIBER NEWS)
Foto Bersama Dalam Acara Kegiatan BNPT di Kampus UIN Serang Banten (foto: A. Supardi/ INSIBER NEWS)

Baca Juga: Tragis Pemuda Asal Kebumen Diitemukan tewas Gantung Diri di kontrakan Purwakarta

“Secara pribadi apalagi secara lembaga saya mengucapkan rasa syukur yang tak terhingga kepada BNPT, dimana kampus kami dijadikan sebagai Kampus Kebangsaan. Karena memang disamping kewajiban dan juga pertaruhan tidak hanya masa kini, tetapi hingga masa mendatang bahwa NKRI itu harus kita jaga. Dan kampus harus tampil karena di dalamnya ada generasi muda sebagai calon pemimpin masa depan,” ujar Prof Dr Wawan Wahyudin, M.Pd.

Dijelaskannya, selama ini pihaknya telah menanamkan nilai nilai kebangsaan kepada seluruh civitas academika melalui penguatan PBNU yaitu Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI dan Undang-Undang Dasar 1945.

“ Secara intens kami berikan bahkan masuk di mata kuliah. Juga dalam tata kehidupan sehari-hari kita sampaikan untuk memahami bahwa berbangsa dan bernegara ini sudah kesepakatan bersama oleh para pendiri bangsa baik dari NU (Nahdlatul Ulama), Muhammadiyah, Al Washliyah, Al-Irsyad Al-Islamiyyah, Mathlaul Anwar, TNI, Polri dan bahkan umat non Islam lainnya pada waktu itu,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Kemenag RI Prof. Dr. Ahmad Sainul Hamdi yang turut hadir sebagai narasumber dalam sesi diskusi panel menjelaskan, bahwa gerakan intoleransi mengejar lulusan atau mahasiswa kampus ternama yang mencetak pegawai negeri, juga mencetak guru.

Baca Juga: Dipaksa Pacar! ABG Open BO Cuma Rp200 Hingga 300 Ribu Per-Kencan, Untuk Kebutuhan Sehari-hari dan Sewa Apartemen

“Paham radikal dan intoleran membutuhkan perlindungan dari pejabat dan paham ini dapat mudah didistribusi melalu guru. Oleh karena itu, dibutuhkan ketahanan dari pihak akademisi seperti kampus agar memiliki ketahanan dalam paham yang menyimpang,” ujar Ahmad Sainul Hamdi.

Dikatakannya, kampus juga sebagai tempat untuk mencetak pendidik, yang mana pendidik itu sendiri dapat mempengaruhi cara pandang peserta didik.

“Apabila ada benih-benih radikal, pasti akan rentan sampai ke peserta didik dan itu akan tumbuh menjadi tokoh masyarakat. Untuk itu, diharapkan ada filter dan penguatan di lingkungan kampus untuk mencegah hal-hal tersebut terjadi,” jelasnya.

Tampak hadir pula Wakil Rektor bidang Kemasiswaan dan Kerjasama UIN SMH, Dr. Hidayatullah, M.Pd, Danrem 064/Maulana Yusuf Brigjen TNI Fierman Sjahrial Agustus, Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof. Andi Faizal Bakti, Ph.D., perwakilan Polda Banten, perwakilan Badan Intelijen Negara Daerah (Binda) Banten dan undangan lainnya.

Hadir pula Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Kemenag RI, Prof. Dr. Ahmad Sainul Hamdi, (Kemahasiswaan Kemendikbudristek Prof. Andi Faisal Bakti, M.A Ph. D. dan Mitra Deradikalisasi BNPT Yudi Zulfachri yang bertindak sebagai narasumber dalam sesi diskusi panel," pungkasnya. (*)

Halaman:

Editor: Taufik RM

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X