INSIBERNEWS - Biasanya merinding sering dihubungkan dengan gerakan energi metafisika yang berada disekitar kita. Dalam bahasa Inggris merinding disebut dengan goosebumps atau sesuatu yang berkonotasi horor, kenyataannya goose yang dimaksud tampaknya lebih mengarah kepada angsa.
Kejadian merinding menurut dunia medis menjelaskan tentang sebuah perubahan sementara pada kulit dari halus menjadi bergelombang seperti dingin dan gejala lainnya.
Dalam pengertiannya, Merinding merupakan reaksi yang tidak disengaja dari sistem kerja saraf simpati yang mencoba mengontrol respon otot-otot kulit.
Hal ini bisa terjadi ketika otot-otot kecil di kulit akan tertekuk sehingga membuat folikel rambut sedikit terangkat dan membuat bulu tangan berdiri.
Hasil penilitian menemukan bahwa ada saraf yang terhubung ke otot kecil di kulit yang menyebabkan seseorang bisa merinding. Dan ternyata saraf ini pun terhubung ke sel induk folikel rambut (sel yang bertanggung jawab untuk pertumbuhan rambut).
Jadi jika kulit mendapatkan rangsangan dingin, saraf akan memberitahu otot-otot kecil di kulit untuk berkontraksi dan menyebabkan merinding.
Baca Juga: Tips Kreatif: 5 Cara Mengusir Lalat dengan Bahan Alami yang Ramah Lingkungan, Aman dan Sangat Mudah!
Walaupun hasil penelitian merinding dampaknya lebih efektif kepada hewan untuk menumbuhkan bulu pada tubuh terutama bagi mamalia yang berbulu panjang.
Namun merinding mampu dengan efektif memberi manfaat pada manusia, seperti membuat tubuh merasa hangat ketika berada diwilayah dengan kondisi udara dingin karena adanya kontraksi otot di kulit yang menghasilkan panas.
Keadaan dalam kondisi merinding tidak hanya saat tubuh kedinginan, rasa takut, namun beberapa rangsangan lain bisa mempengaruhi timbulnya rasa merinding. Seperti motivasi, gairah, emosi, terharu, perasaan kagum, kebanggaan hingga kegembiraan.
Hasil penilitian juga mengindikasi gangguan otak, epilepsi lobus temporal, gangguan sistem saraf simpatik lainnya, mampu memicu timbulnya rasa merinding, meski hal ini jarang terjadi.
Artikel Terkait
Kronologi Perampokan 18 Arloji Mewah di PIK 2 Tangerang, 3 Arloji Mewah dijual di Bandung
Menjelang Idul Adha, Pasar Purwakarta Terpantau Harga Cabai Pedas Meroket
Empat Hari pencarian, Tim SAR Gabungan Temukan Bocah Tenggelam Danau Jatiluhur Kondisi Tewas
Mengenal Sosok Martha Parulina Berliana, Resmi Dilantik Kajari Purwakarta
Tuntut Limbah, Ratusan LSM Grib Jaya Geruduk P.T. Jws Mitshuyoshi Purwakarta
SOTK BPBD Lebak Naik Kelas Setingkat Dinas,Turunkan Resiko: Kami,Segera Bangun Jejaringan Relawan Bencana
Permen LHK Dipakai untuk Hitung Kerugian Negara Korupsi Timah, Kuasa Hukum: Ini Salah Kamar!
Menjelang Idul Adha, Pemkab Purwakarta Cairkan Bonus Atlet Total Rp1,9 miliar
Aduh! Ratusan Lansia Purwakarta Terkena Hipertensi, Faktor Pola Makan Tidak Sehat
Kendalikan Inflasi Jelang Idul Adha 1445 H, Pemkab Purwakarta Sediakan Ribuan Paket Sembako Murah