Menjelang Idul Adha, Pasar Purwakarta Terpantau Harga Cabai Pedas Meroket

Photo Author
Saepurohman., Insibernews
- Kamis, 13 Juni 2024 | 19:17 WIB
Menjelang Hari raya Idul Adha, Harga Komoditas Cabai di Purwakarta mulai mengalami kenaikan. (foto: Saepurohman/InsiberNews)
Menjelang Hari raya Idul Adha, Harga Komoditas Cabai di Purwakarta mulai mengalami kenaikan. (foto: Saepurohman/InsiberNews)

INSIBERNEWS - Purwakarta, Lima hari Menjelang Hari raya Idul Adha, Harga Komoditas Cabai di Purwakarta mulai mengalami kenaikan.

Sekretaris Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah Perindustrian dan Perdagangan (DKUPP), Eka Sugiyana menjelaskan, berdasarkan pendataan terbaru DKUPP di Pasar Leuwipanjang, harga cabai merah dan cabai keriting tercatat sebesar Rp.52.000 dari awalnya Rp.50.000 per kilogram, sedangkan cabai rawit hijau harganya menjadi Rp.50.000 dari awalnya Rp.45.000.

Kenaikan harga cabai merah juga terjadi di Pasar Wanayasa dari awalnya Rp45.000 menjadi Rp48.000 oer kilogram. Bahkan kenaikan harga lebih tinggi dialami cabai rawit merah dari sebelumnya Rp.37.000 menjadi Rp.42.000 per kilogram dan cabai rawit hijau dari Rp.40.000 menjadi Rp.48.000 per kilogram.

Baca Juga: Dinas Sosial Kabupaten Serang Memberikan Pelayanan Rehabilitasi Sosial Bagi Anak Berhadapan dengan Hukum

Begitu pula dengan Pasar Citeko Plered, kenaikan harga dialami cabai hijau meskipun hanya Rp.2000 dari Rp24.000 menjadi Rp.26.000 per kilogram. Kenaikan lainnya dialami cabai rawit hijau dari Rp.36.000 per kilogram menjadi Rp.40.000.

“Komoditas cabai-cabaian yang masih tinggi. (Komoditas) yang lain normal, biasa. Tadi subuh tim Satgas Pangan monitoring harga dan ketersediaan pangan. Untuk Purwakarta, alhamdulillah aman (hingga Idul Adha 1445 H),” ujar Eka, Kamis (13/6/2024)

Berbagai upayapun akan terus dilakukannya, agar harga cabai tidak kian meroket ketika mendekati Idul Adha.

Baca Juga: Pelayanan RSUD Banten Dikeluhkan Warga. Komisi V DPRD Banten Akan Lakukan Pemanggilan

“Cabai merupakan barang yang bersifat mudah rusak dan harga tergantung dari sifat alam. Sedangkan, subsidi harus bersifat pasti,”jelasnya.

Iapun meminta masyarakat untuk tidak panik, mengingat pemerintah setempat terus berupaya mengatasi kenaikan harga kebutuhan pokok, sehingga masyarakat tidak semakin terbebani dengan kenaikan yang ada.

Editor: Taufik RM

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X