Karena itu, masyarakat sebaiknya tidak menganggap remeh abu yang terlihat menumpuk di sekitar rumah.
Bagi warga yang terpaksa beraktivitas di luar ruangan ketika abu vulkanik masih beterbangan, penggunaan masker berfiltrasi tinggi seperti N95 atau KN95 lebih disarankan dibandingkan masker kain biasa.
Kacamata pelindung juga dapat digunakan untuk mengurangi risiko abu masuk dan mengiritasi mata.
Baca Juga: 6 Gunung Api Indonesia Erupsi Serentak, Apakah Saling Memicu? Ini Penjelasan PVMBG
Selain itu, warga sebaiknya menghindari aktivitas yang dapat membuat abu kembali beterbangan, seperti menyapu kering. Abu yang sudah mengendap lebih baik ditangani dengan cara yang meminimalkan penyebaran kembali ke udara.
Beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan masyarakat antara lain:
- Kurangi aktivitas di luar rumah selama paparan abu masih berlangsung.
- Gunakan N95/KN95 jika harus keluar.
- Kenakan kacamata pelindung untuk melindungi mata.
- Tutup pintu dan jendela agar abu tidak mudah masuk ke rumah.
- Hindari mengibaskan atau menyapu abu secara kering.
Jika mengalami gangguan pernapasan atau iritasi berat, segera cari pertolongan medis.
Kemunculan abu vulkanik di Jakarta dan sekitarnya menjadi pengingat bahwa dampak erupsi dapat dirasakan hingga jauh dari pusat gunung.
Masyarakat di wilayah yang terkena hujan abu sebaiknya mengikuti informasi dan arahan resmi dari PVMBG serta instansi terkait. ***
Artikel Terkait
Prajurit TNI AL Viral Dampingi Arya Wedakarna di Kontes Transgender Bangkok, Ini Penjelasan Lanal Denpasar
6 Gunung Api Indonesia Erupsi Serentak, Apakah Saling Memicu? Ini Penjelasan PVMBG
Heboh Pria Ngamuk Bawa Celurit di Sudirman, Sempat Dituding Begal Ternyata Ini Faktanya
2 Terdakwa Kasus Andrie Yunus Dapat Keringanan, Menteri HAM Desak Langkah Kasasi
209 Penerbangan Batal, Bandara Soekarno-Hatta Tutup akibat Erupsi Anak Krakatau
Langit Jakarta hingga Lampung Dikepung Abu Anak Krakatau, BNPB-BMKG Gelar Operasi Cuci Udara