Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Selimuti Jakarta dan Jabar, Berikut Bahaya yang Perlu Diwaspadai

Photo Author
Cristina Jeany Malonda, Insibernews
- Minggu, 6 September 2026 | 13:34 WIB
Ilustrasi Erupsi Gunung Anak Krakatau  (Istimewa)
Ilustrasi Erupsi Gunung Anak Krakatau (Istimewa)

INSIBERNEWS – Warga Jakarta, wilayah penyangga Ibu Kota, hingga sejumlah daerah di Jawa Barat dikejutkan dengan kemunculan abu vulkanik yang cukup tebal pada Minggu pagi (6/9/2026).

Abu terlihat menempel di halaman rumah dan sejumlah permukaan benda, sehingga memicu kekhawatiran masyarakat.

Fenomena tersebut diduga berkaitan dengan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau yang terjadi pada malam hingga dini hari sebelumnya. Kondisi ini membuat masyarakat di wilayah yang terdampak perlu meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap risiko kesehatan akibat paparan abu vulkanik.

Baca Juga: Langit Jakarta hingga Lampung Dikepung Abu Anak Krakatau, BNPB-BMKG Gelar Operasi Cuci Udara

PVMBG Imbau Warga Kurangi Aktivitas di Luar Rumah

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengingatkan masyarakat yang berada di kawasan terdampak abu vulkanik untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan.

Jika harus bepergian atau melakukan kegiatan di luar rumah, warga disarankan menggunakan alat pelindung diri yang memadai, terutama masker dengan kemampuan filtrasi tinggi.

Imbauan tersebut penting karena abu vulkanik memiliki partikel yang sangat halus. Ukurannya memungkinkan abu terbawa angin dan menyebar ke wilayah yang cukup jauh dari sumber erupsi.

Baca Juga: 209 Penerbangan Batal, Bandara Soekarno-Hatta Tutup akibat Erupsi Anak Krakatau

Dalam kondisi tertentu, partikel abu bahkan dapat terhirup tanpa disadari.

Bahaya abu vulkanik tidak hanya berasal dari bentuk partikelnya yang sangat kecil. Partikel tersebut juga dapat memiliki permukaan yang tajam serta membawa komponen kimia yang berpotensi mengiritasi tubuh.

Ketika masuk melalui hidung dan mulut, partikel berukuran sangat halus dapat mencapai bagian saluran pernapasan yang lebih dalam. Paparan tersebut berpotensi memicu batuk, iritasi tenggorokan, sesak atau gangguan pernapasan, terutama pada orang yang memiliki kondisi pernapasan sensitif.

Abu yang mengenai mata juga dapat menyebabkan rasa perih, kemerahan, hingga sensasi seperti terbakar. Sementara itu, kontak dengan kulit berpotensi menimbulkan iritasi.

Baca Juga: Heboh Pria Ngamuk Bawa Celurit di Sudirman, Sempat Dituding Begal Ternyata Ini Faktanya

Paparan Berulang Perlu Diwaspadai

Risiko kesehatan juga perlu diperhatikan apabila seseorang mengalami paparan abu vulkanik secara berulang atau dalam konsentrasi tinggi. Kandungan mineral tertentu, termasuk silika kristalin pada sebagian abu, dapat berbahaya bagi paru-paru jika terhirup dalam jumlah besar dan dalam waktu lama.

Halaman:

Editor: Cristina Jeany Malonda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X