Sementara itu, Point Pass Solusi tercantum dengan nilai paket sekitar Rp276 juta.
Jika angka-angka yang tercantum dalam unggahan tersebut dijumlahkan, nilainya berada di kisaran Rp535,3 miliar.
Angka besar inilah yang kemudian memunculkan pertanyaan lain, terutama mengenai tujuan serta urgensi pengadaan perangkat LED tersebut.
Sebagai lembaga yang bertanggung jawab dalam tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG), BGN memang memiliki kebutuhan terhadap berbagai sarana dan prasarana pendukung.
Karena itu, diperlukan penjelasan lebih lanjut mengenai spesifikasi, jumlah perangkat, lokasi penggunaan, serta tujuan pengadaan agar masyarakat dapat memahami dasar kebutuhan anggaran tersebut.
Sorotan terhadap dugaan pengadaan LED ini juga muncul ketika BGN sebelumnya mendapat perhatian terkait sejumlah pengadaan yang dikaitkan dengan pelaksanaan program MBG.
Baca Juga: Mual hingga Sesak Napas, Ratusan Santri di Sidoarjo Dilarikan ke 8 RS Buntut Keracunan MBG
Salah satunya adalah pengadaan motor listrik yang kemudian menjadi bagian dari penyidikan Kejaksaan Agung terkait dugaan korupsi dalam tata kelola MBG.
Pengadaan LED Dibandingkan dengan Pesawat Pemadam Karhutla
Perbandingan antara anggaran LED sekitar Rp535,3 miliar dengan harga pesawat pemadam kebakaran sekitar Rp480 miliar juga menimbulkan perdebatan di ruang publik.
Namun, kedua jenis belanja tersebut sebenarnya memiliki fungsi yang berbeda. LED merupakan perangkat pendukung infrastruktur, sedangkan pesawat pemadam kebakaran merupakan aset dengan fungsi khusus untuk membantu penanganan karhutla.
Baca Juga: Terungkap Modus Rekrutmen WNI Jadi Tentara Rusia, Awalnya Ditawari Kerja Satpam
Harga pesawat pemadam pun tidak dapat disamaratakan. Nilainya bergantung pada jenis pesawat, kapasitas, spesifikasi, hingga komponen biaya dalam proses pengadaan.
Meski begitu, perbandingan tersebut dapat dipahami sebagai bentuk kritik masyarakat terhadap prioritas penggunaan anggaran negara, terutama ketika kebutuhan penanganan karhutla masih menjadi persoalan di berbagai wilayah.
Indonesia sendiri masih menggunakan pesawat, termasuk melalui mekanisme sewa, dalam upaya mendukung pemadaman kebakaran dari udara. ***
Artikel Terkait
Mual hingga Sesak Napas, Ratusan Santri di Sidoarjo Dilarikan ke 8 RS Buntut Keracunan MBG
Buntut Skandal Restitusi Pajak, KPK Obok-obok Perusahaan Tambang di Kalimantan Selatan
Ratusan Massa AKAMSI Demo di Kantor ATR BPN, Soroti Sengketa HGB dan Pembongkaran Pura di Sanur
Sah! DPR Resmikan Jabatan Destry Damayanti Sebagai Gubernur Bank Indonesia hingga 2030
Polisi Bantah Bambang Setiyawan Dikeroyok Kelompok Tertentu, Dua Sketsa Wajah Pelaku Disebar
Sherina Munaf Turun Padamkan Karhutla di Kalteng, Ungkap Asap Tebal Sampai Masuk Pesawat