Meski demikian, Ketut belum bersedia membeberkan secara rinci identitas maupun institusi asal oknum militer yang diduga menjadi perantara tersebut. Ia hanya memastikan bahwa terdapat pihak dari lingkungan kemiliteran yang disebut membawa korban untuk bertemu dengan OP.
Para korban kini berharap laporan tersebut dapat ditindaklanjuti secara serius oleh aparat penegak hukum. Mereka meminta pihak yang diduga terlibat diperiksa dan diproses sesuai ketentuan hukum apabila terbukti melakukan tindak pidana.
Selain meminta pertanggungjawaban hukum, korban juga berharap uang yang telah mereka keluarkan dapat dikembalikan.
Baca Juga: Pelarian Berakhir di Banten, Polisi Ringkus Terduga Pemutilasi Mayat dalam Karung di Depok
Ketut menegaskan, pengusutan kasus ini juga penting untuk memastikan nama sejumlah institusi yang diduga dicatut dalam modus penipuan tersebut tidak ikut tercoreng.
"Yang diinginkan para korban uang kembali dan juga hukuman untuk pelaku juga dapat dilaksanakan," tandas Ketut. ****
Artikel Terkait
Buntuti Korban dari Bank, Polisi Ringkus Komplotan Begal di Cibitung yang Gasak Uang Rp30 Juta
Gebrakan Wamen PKP Fahri Hamzah: 'Sulap Lahan Nganggur BUMN Jadi Rumah Subsidi Murah di Tengah Kota'
Duel Panas Persija vs Persib Bakal Digelar di GBK, Catat Tanggal dan Jam Kick-off-nya!
Naik Transportasi Umum di Jakarta Cuma Rp1 Saat HUT RI ke-81, Ini Jadwal dan Ketentuannya
Iran Tetapkan Syarat Pembukaan Selat Hormuz, AS Diminta Hentikan Ancaman