INSIBERNEWS - Mimpi memiliki rumah bersubsidi di tengah kawasan perkotaan yang padat kini bukan lagi sekadar angan-angan kosong bagi masyarakat kecil. Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Fahri Hamzah, membeberkan strategi jitu pemerintah untuk mewujudkan ketersediaan hunian yang layak, strategis, dan ramah di kantong bagi masyarakat kelas menengah ke bawah.
Kunci utama dari realisasi program hunian terjangkau ini adalah pemanfaatan aset lahan milik negara secara optimal.
Fahri menegaskan bahwa pembangunan rumah rakyat di area metropolitan hanya masuk akal jika pemerintah memaksimalkan fungsi lahan-lahan kosong yang selama ini terbengkalai atau sekadar dikuasai oleh perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tanpa peruntukan yang jelas.
Langkah taktis ini dinilai sangat krusial untuk mengakali biaya modal pembangunan yang kian tak masuk akal di wilayah perkotaan.
Selama ini, tingginya harga tanah atau mahalnya biaya pembebasan lahan selalu menjadi komponen yang paling membebani, bahkan sering kali menggagalkan niat para pengembang untuk mendirikan rumah subsidi di pusat kota yang strategis.
Dengan menggunakan skema pemanfaatan aset negara, ongkos produksi perumahan bisa dipangkas secara drastis dari hulu ke hilir. Efisiensi besar-besaran ini secara langsung akan berdampak pada harga jual properti yang tetap stabil, dan pastinya bisa dijangkau oleh tabungan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang selama ini terpaksa menyingkir ke wilayah pinggiran.
Bukti nyata dari penerapan strategi cerdas ini terlihat jelas dalam acara peletakan batu pertama atau groundbreaking proyek hunian Samesta Alonia Jakarta. Proyek strategis garapan Perum Perumnas tersebut kini dijadikan model percontohan bagaimana sinergi antar-lembaga bisa melahirkan solusi tempat tinggal ideal di tengah gencarnya laju inflasi harga tanah ibu kota.
"Jadi ini satu contoh bahwa memang kalau kita mau menjalankan amanat Bapak Presiden, maka perumahan rakyat itu harus dibangun di atas tanah yang harganya murah atau bahkan bisa dinolkan," ungkap Fahri saat memberikan keterangan kepada awak media usai acara di Jakarta, Jumat (7/8/2026).
Baca Juga: Menkes Budi Gunadi Soroti Komentar Nakes soal Pasien BPJS, Tegaskan Empati Harus Jadi Prioritas
Ke depannya, terobosan pemanfaatan aset negara ini diharapkan mampu menyukseskan program mulia pembangunan jutaan rumah yang tengah dicanangkan pemerintah pusat.
Selain memangkas krisis kepemilikan rumah secara nasional, tersedianya rumah subsidi di jantung kota akan sangat membantu kualitas hidup pekerja, membebaskan mereka dari kelelahan perjalanan panjang, serta menekan ongkos transportasi harian yang menguras dompet.***
Artikel Terkait
Aksi Penembakan di Festival Budaya Lembah Baliem, Dua Orang Terluka
Buntuti Korban dari Bank, Polisi Ringkus Komplotan Begal di Cibitung yang Gasak Uang Rp30 Juta
Timnas Indonesia Gagal di Piala AFF 2026, John Herdman Janjikan Skuad Garuda Berubah
Ajakan Hubungan Sesama Jenis Berujung Maut, Polisi Ungkap Motif Mutilasi di Depok
Kanker Joe Biden Dilaporkan Menyebar ke Tulang, Hunter Ungkap Kondisi Ayahnya